Apa yang dimaksud Zuhud Dengan Dunia?

*Juhudlah Dengan Dunia Niscaya Allāh Mencintaimu*
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((ازهد في الدنيا يحبك الله، وازهد فيما في أيدي الناس يحبك الناس))
(هـ طب ك هب) عن سهل بن سعد.
Dari Sahl bin sa’ad -radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullãh ﷺ  bersabda:
“Jadilah orang yang zuhud (tidak merasa butuh) dengan dunia niscaya Allah mencintaimu dan zuhudlah dengan apa yang dimiliki manusia, niscaya mereka mencintaimu”.
_(Hadits Shahih, Riwayat Ibnu Majah, al-Hakim, at- Thabrani dalam al-kabiir, dan al-Baihaqi dalam syu’abul iman)_
*Penjelasan hadits*
Hadits ini mengandung 2 wasiat yang agung dari Rasulullãh ﷺ :
⑴ . Wasiat pertama : zuhud terhadap dunia, dan itu merupakan sebab Allah -subhanahu wa ta'ala- mencintai hambanya.
⑵ . Wasiat kedua : zuhud terhadap apa yang dimiliki manusia, dan itu merupakan sebab manusia mencintainya.
◻Adapun zuhud terhadap dunia, maka Allāh telah banyak menyebutkannya dalam Al quran seraya memujinya serta mencela sikap berambisius terhadap duniawi, Allāh berfirman dalam surat Al-a'la ayat 16-17:
بل تؤثرون الحياة الدنيا ٠ والآخرة خير وأبقى
"Bahkan kalian lebih mengutamakan kehidupan duniawi . Padahal akhirat jauh lebih baik dan lebih kekal".
Allāh juga mencela orang-orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan dari amalan-amalannya.
Begitu pula sangat banyak hadits-hadits tentang celaan terhadap dunia dan kehinaannya di sisi Allāh, sebagiman dalam Shahih Muslim dari Jabir bahwa Nabi ﷺ mempermisalkan dunia dengan bangkai kambing yang cacat lagi busuk.
➿Yang dimaksud dengan zuhud terhadap sesuatu adalah sikap berpaling darinya karena menganggapnya remeh dan tidak berambisius dengannya.
Adapun makna zuhud terhadap dunia buka berarti mengharamkan apa yang Allāh halalkan, bukan pula dengan membuang-buang harta, akan tetapi maksudnya adalah meyakini bahwa apa yang di tangan Allāh jauh lebih kita percayai daripada apa yang ada di tangan kita.
Maka di antara sifat orang yang zuhud adalah suasana hatinya sama baik ketika ditimpa musibah maupun ketika diberi kenikmatan, sehingga ketika ditimpa musibah ia lebih mengharapkan ganjarannya daripada hartanya yang hilang, dan ini tidak terdapat kecuali pada orang telah kokoh keyakinannya kepada Allāh.
⭕Begitu pula di antara sifatnya yaitu tidak terpengaruh dengan pujian dan celaan manusia selama ia tetap dalam kebenaraan, berbeda dengan orang yang terlena dengan dunia ia akan rela meninggalkan kebenaran karena takut celaan manusia, bahkan ia akan banyak berbuat kebatilan karena mengharap pujian manusia.
Zuhud terhadap dunia merupkan amalan hati, bukan amalan tubuh, sehingga tidak bisa kita menilai kezuhudan seseorang melalui penampilan luarnya saja.
Kemudian tentang zuhud terhadap apa yang dimiliki manusia, maka telah banyak hadits yang menjelaskan perintah menjaga diri dari sikap suka meminta-minta kepada manusia.
Barangsiapa suka meminta-minta apa yang dimiliki manusia, maka mereka akan membencinya, karena tabiat manusia adalah mencintai hartanya, sehinggal jika apa yang mereka sukai diminta orang lain niscaya akan dibenci oleh mereka.
Sebaliknya orang yang menjaga kehormatannya dan menjauhi sikap suka meminta-minta, maka manusia aka menyukainya dan memuliakannya.
Semoga Allāh selalu memudahkan kita untuk sentiasa menghiasi diri dengan 2 sifat terpuji pada 2 wasiat Rasulullãh ﷺ dalam hadits yang mulia ini.
والله تعالى أعلم.

Komentar