Sejak Dulu Sudah Gundul

🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Selasa, 25 Dzulhijjah 1437
📔Buku Saku Bahasa Arab Bahasa Al Quran

*SEJAK DULU SUDAH GUNDUL*

💟Alquran mula-mula ditulis tanpa titik dan baris.
Namun demikian hal ini tidak mempengaruhi pembacaan Alquran , karena para sahabat dan para tabiin adalah orang-orang yang fasih dalam bahasa Arab.
Oleh sebab itu mereka dapat membacanya dengan baik dan tepat.
Akan tetapi setelah ajaran agama Islam tersiar dan banyak bangsa yang bukan bangsa Arab memeluk agama Islam, sulitlah bagi mereka membaca Alquran tanpa titik dan baris itu.

Apabila keadaan demikian dibiarkan, dikhawatirkan bahwa hal ini akan menimbulkan kesalahan-kesalahan dalam pembacaan Alquran.

✅Maka Abu Aswad Ad-Duwali mengambil inisiatif untuk memberi tanda-tanda dalam Alquran dengan tinta yang berlainan warnanya dengan tulisan Alquran.
Tanda-tanda itu adalah titik diatas untuk fathah, titik di bawah untuk kasrah, titik di sebelah kiri atas untuk dhammah, dan dua titik untuk tanwin, hal ini terjadi pada masa Muawiyah.

📥Kemudian di masa khalifah Abdul Malik bin Marwan (685-705 M),
Nashir bin Ashim dan Yahya bin Ya’mar menambahkan tanda-tanda untuk huruf-huruf yang bertitik dengan tinta yang sama dengan tulisan Alquran. Itu adalah untuk membedakan antara maksud dari titik Abul Aswad ad Duali dengan titik yang baru ini.

❗Titik Abul Aswad adalah untuk tanda baca dan titik Nashir bin Ashim adalah titik huruf.
Cara penulisan seperti ini tetap berlaku pada masa bani Umayyah, dan pada permulaan Abbasiyah, bahkan tetap dipakai pula di Spanyol sampai pertengahan abad ke 4 H.
Kemudian ternyata cara pemberian tanda seperti ini menimbulkan kesulitan bagi para pembaca Alquran, karena terlalu banyak titik, sedang titik itu lama-kelamaan hampir menjadi serupa warnanya.

🔰Maka Al-Khalil mengambil inisiatif, untuk membuat tanda-tanda yang baru,
yaitu :
1⃣huruf waw kecil ( و) di atas untuk tanda dhammah,
2⃣huruf alif kecil (ا ) untuk tanda fathah,
3⃣huruf ya kecil (ى) untuk tanda kasrah,
4⃣kepala huruf syin ( ّ ) untuk tanda syaddah,
5⃣kepala ha ( ه ) untuk sukun dan
6⃣kepala ‘ain (ع) untuk hamzah.

🔰Kemudian tanda-tanda ini dipermudah, dipotong dan ditambah sehingga menjadi bentuk yang ada sekarang ini.”

📔mukaddimah Al-Quran Terjemah maknawi hal. 111

⌛Umar bin Khottab radhiallahu ‘anhu berkata,

عن عمر رضي الله عنه أنه قال: “تعلموا العربية فإنها من دينكم وتعلموا الفرائض فإنها من دينكم

“Pelajarilah bahasa Arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian, pelajarilah ilmu waris karena merupakan bagian dari agama kalian.” (Iqtidho’ shiratal mustaqim 527-528 jilid I, tahqiq syaikh Nashir Abdul karim Al–‘Aql, Wizarot Asy Syu-un Al Islamiyah wal Awqof)

🌏Semangat Belajar Bahasa Al Quran
BMW#nama#usia#alamat#aktivitas
kirim ke 0838 6745 9621

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Indonesia yang Berani Foto Seksi

Isim Jamid

5 BERUNTUNGNYA JIKA CALON ISTRIMU ADALAH SEORANG GURU, KAMU HARUS TAHU!!!