Pengertian Salaf
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Selasa, 20 Dzulqa'dah 1437
📒Intisari Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah
*Pengertian Salaf secara Istilah (Terminologi)*
🔷Kata salaf dalam ‘aqidah:
semua definisinya berkisar pada Sahabat;
Sahabat dan Tabi’in; atau Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in yang hidup di masa (tiga abad pertama) yang dimuliakan dari kalangan para imam yang telah diakui keimanannya, kebaikannya, kepahamannya terhadap as-Sunnah dan
keteguhannya dalam menjadikan as-Sunnah sebagai pedoman hidupnya,
menjauhi bid’ah, dan dari orang-orang yang telah disepakati ummat
tentang keimanan mereka serta keagungan kedudukan mereka dalam agama.
Oleh karena itu, generasi permulaan Islam dinamakan as-Salafus
Shaalih.
"Dan Barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya,
dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin,
Kami biarkan ia leluasa
terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam,
dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.‛
💟QS. An-Nisaa’;115
Firman-Nya pula:
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari
golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan
baik,
Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah
menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya
selama-lamanya.
Mereka kekal di dalamnya.
Itulah kemenangan yang besar."‛
💟QS.At-Taubah:100
Nabi bersabda:
"Sebaik-baik menusia adalah (orang yang hidup) pada masaku ini (yaitu generasi Sahabat), kemudian yang sesudahnya (generasi Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (generasi Tabi’ut Tabi’in)"
💟HR. AlBukhari dan Muslim
🔷Rasulullah, para Sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka
dengan baik, mereka itulah Salaf ummat ini.
Setiap orang yang menyeru
seperti apa yang diseru oleh Rasulullah, para Sahabat dan orang-orang
yang mengikuti mereka dengan baik, berarti dia bermanhaj Salaf.
🔷Adapun pembatasan istilah Salaf berdasarkan zaman bukan merupakan
syarat dalam hal ini.
Akan tetapi, syaratnya adalah kesesuaian dengan alQur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salaf, baik dalam masalah ‘aqidah, hukum syar’i, maupun akhlak.
🔷Jadi, barang siapa yang pemahamannya sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah, maka dialah pengikut Salaf walaupun antara dia dengan mereka (para Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in) berjauhan tempat dan masanya.
Sebaliknya, barangsiapa menyelisihi mereka, maka dia bukan tergolong dari mereka walaupun dia hidup sezaman dengan mereka.
📲Daftar pesan broadcast
BMW#nama#usia#domisili#aktivitas
kirim ke 083867459621
Komentar
Posting Komentar