Mengenal Ilmu Nahwu dan sharof
🌏Belajar melalui WhatsApp
*🌿MENGENAL ILMU NAHWU DAN ILMU SHARAF*
Ilmu yang membahas kaidah bahasa Arab terbagi menjadi dua cabang ilmu, yaitu:
1⃣ Ilmu Nahwu
2⃣ Ilmu Sharaf
🅰Ilmu nahwu adalah ilmu yang mempelajari perubahan akhir suatu kata (harakat maupun huruf) karena perbedaan posisi kata tersebut dalam sebuah kalimat.
Misalnya, sebuah kalimat:
قرأ محمد القرآن
Artinya: “Muhammad telah membaca al-Qur’an.”
Dari kalimat di atas, yang dipelajari dalam ilmu nahwu adalah:
(a) Posisi kata قرأ dalam kalimat tersebut dan konsekuensi posisi tersebut.
(b) Posisi kata محمد dalam kalimat dan konsekuensi posisi tersebut.
(c) Posisi kata القرآن dalam kalimat dan konsekuensi dari posisi tersebut.
Salah satu konsekuensi dari perbedaan posisi kata dalam kalimat adalah perubahan baris atau huruf akhir dari kata tersebut.
Misal huruf ن –sebagai huruf terakhir– dari kata القرآن, apakah ia fathah, kasrah, dhammah, atau sukun, sangat tergantung dari posisi kata القرآن dalam kalimat di atas. Inilah yang dipelajari dalam ilmu nahwu.
🅱Sedangkan ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk-bentuk kata mengikuti pola-pola yang ada. Pembahasan dalam ilmu sharaf adalah tentang bentuk kata, dan tidak ada hubungannya dengan kalimat.
Yang dibahas dalam ilmu sharaf misalnya adalah perubahan kata كتب (kataba), menjadi كتاب (kitaabun), atau كاتب(kaatibun), atau يكتب (yaktubu), atau كتب (kutiba), dan lain-lain. Perubahan bentuk kata ini menyebabkan perubahan makna.
🍒🍒🍒
Dua cabang ilmu ini, meskipun merupakan dua cabang ilmu yang berbeda, namun ia tak bisa dipisahkan.
Seseorang yang ingin memiliki kemampuan membaca kitab Arab gundul dengan baik, harus mempelajari dua cabang ilmu ini.
InsyaAllah dalam *Program Bahasa Arab Pemula*ini, kita akan mempelajari dasar-dasar dari dua cabang ilmu ini, sebagai jembatan untuk pembelajaran tingkat selanjutnya.
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Sabtu, 20 Muharram 1438
🔊FIQIH | Ensiklopedi Fiqih Madzhab Syafi'i [35 ribu]
*TATA CARA MANDI WAJIB*
💧Masih Banyaknya kaum muslimin yang belum memahami mandi junub.
Oleh karenanya marilah kita bersemangat dalam memperhatikan aturan agama ini.
Kita mohon taufik serta pertolongan Allah dan semoga tetap antusias menuntut ilmu pada praktik ibadah yang lainnya.
🔥Bagian dari kesempurnaan syariat Islam, Allah mengutus nabi-Nya dari kalangan manusia. Beliau menikah, berkeluarga, dan melakukan aktivitas sebagaimana layaknya manusia. Sehingga setiap orang bisa meneladani beliau dalam setiap aktivitas hidup yang dia lakukan.
🌤Berkat rahmat Allah kemudian jasa besar para istri beliau, kita bisa mengetahui bagaimana tata cara mandi junub beliau, yang itu tidak mungkin bisa diketahui oleh orang lain. Karena itu, kita patut berterima kasih kepada para istri beliau, ibunda kaum mukminin, yang telah mengabarkan kepada umat tentang aktivitas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di rumah. Bukan sebaliknya, justru mencela dan menghina para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang dilakukan orang Syiah. Bukti tentang ini sangat banyak dan bisa Anda dapatkan di literatur syiah dan rekaman video ceramah mereka.
*Niat, Syarat Sahnya Mandi*
🌷Para ulama mengatakan bahwa di antara fungsi niat adalah untuk membedakan manakah yang menjadi kebiasaan dan manakah ibadah. Dalam hal mandi tentu saja mesti dibedakan dengan mandi biasa. Pembedanya adalah niat. Dalam hadits dari ‘Umar bin Al Khattab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
_“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.”_
(HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)
*Rukun Mandi*
🌧Hakikat mandi adalah mengguyur seluruh badan dengan air, yaitu mengenai rambut dan kulit.
Dalil yang menunjukkan bahwa hanya mengguyur seluruh badan dengan air itu merupakan rukun (fardhu) mandi dan bukan selainnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah. Ia mengatakan,
“Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub?” Beliau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.”
(HR. Muslim no. 330)
☔Dengan seseorang memenuhi rukun mandi ini, maka mandinya dianggap sah, asalkan disertai niat untuk mandi wajib (al ghuslu).
Jadi seseorang yang mandi di pancuran atau shower dan air mengenai seluruh tubuhnya, maka mandinya sudah dianggap sah.
🐚Adapun berkumur-kumur (madhmadhoh), memasukkan air dalam hidung (istinsyaq) dan menggosok-gosok badan (ad dalk) adalah perkara yang disunnahkan menurut mayoritas ulama.
[Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/173-174 dan 1/177-178]
*Tata Cara Mandi Wajib*
📌Berkaitan dengan mandi junub, terdapat dua hadis pokok yang bisa kita jadikan sebagai acuan.
Dua hadis ini berasal dari dua istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Aisyah dan Maimunah radhiallahu ‘anhuma.
*Hadis Pertama: hadis Aisyah radhiallahu ‘anha,*
Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.
Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengguyurkan air ke seluruh badannya.”
(HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)
*Hadis Kedua:*
*Dari Ibnu Abbas, bahwa Maimunah mengatakan,*
“Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali.
Lalu beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya.
Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung.
Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Selanjutnya, beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua kakinya (di tempat yang berbeda).”
(HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)
🕸Dengan menggabungkan hadis di atas, bisa kita simpulkan urutan tata cara mandi sebagai berikut:
1⃣ Menuangkan air dan Mencucui kedua tangan
2⃣ Mengambil air dengan tangan kanan untuk mencuci kemaluan dengan tangan kiri. Kita juga bisa gunakan gayung untuk kegiatan ini.
3⃣ Menggosokkan tangan kiri ke tanah. Tujuannya adalah untuk membersihkan kotoran kemaluan yang menempel di tangan. Ini bisa kita ganti dengan sabun.
4⃣ Berkumur dan menghirup air ke dalam hidung, kemudian dilanjutkan dengan berwudhu, namun tidak sampai mencuci kaki. Karena bagian ini diakhirkan.
5⃣ ketika mulai membasahi rambut, sela-selai pangkal rambut dan basahi dengan air. Sampai seluruh kepala dan rambut basah.
6⃣ Siram kepala 3 kali, dilanjutkan dengan menyiram seluruh anggota badan.
7⃣ Mengguyur air ke seluruh badan dengan mendahulukan yang kanan.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika bersisir, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).”
(HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)
🆘Jangan lupa untuk digosok, terutama di bagian badan yang tersembunyi. Pastikan semua badan Anda basah.
8⃣ berpindah tempat, dan cuci kedua kaki. Jangan lupa, sela-selai jari kaki, sampai Anda yakin seluruh kaki Anda basah.
_Allahu a’lam_
_📢“Sampaikan dariku walau hanya satu ayat”,_
Al Ma’afi An Nahrawani mengatakan, “Hal ini agar setiap orang yang mendengar suatu perkara dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersegera untuk menyampaikannya, meskipun hanya sedikit.
✔Tujuannya agar nukilan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dapat segera tersambung dan tersampaikan seluruhnya.”
Hal ini sebagaimana sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam, *“Hendaklah yang hadir menyampaikan pada yang tidak hadir”.*
🌏Mari sebarkanlah ilmu agama ini
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
*Setiap pagi dan sore, kita dianjurkan membaca shalawat minimal 10 kali*
Dari Abu Darda’ radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من صلى على حين يصبح عشرًا و حين يمسي عشرًا ، أدركته شفاعتي يوم القيامة
“Barangsiapa yang memberikan shalawat kepadaku ketika subuh 10 kali dan ketika sore 10 kali maka dia akan mendapat syafaatku pada hari qiyamat.”
_(HR. At Thabrani dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al-Jami’)_
*JAMAK DAN QASHAR DALAM SHALAT*
🌿Jamak shalat artinya mengerjakan dua shalat wajib di salah satu waktu, baik dengan mengerjakan di waktu shalat yang pertama (jamak takdim) ataukah dikerjakan di waktu shalat yang kedua (jamak takhir).
Shalat yang boleh dijamak adalah shalat Zhuhur dan shalat ‘Ashar, lalu shalat Maghrib dan shalat ‘Isya’.
Menjamak dua shalat ini dibolehkan menurut ijma’ (kesepakatan) para ulama.
(Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 27: 287)
*1⃣Jama’ taqdim* adalah menggabungkan dua shalat dan dikerjakan dalam waktu shalat pertama, yaitu; Dhuhur dan Ashar dikerjakan dalam waktu Dhuhur, Maghrib dan ‘Isya’ dikerjakan dalam waktu Maghrib.
Jama’ taqdim harus dilakukan secara berurutan sebagaimana urutan shalat dan tidak boleh terbalik.
2⃣Adapun *jama’ ta’khir* adalah menggabungkan dua shalat dan dikerjakan dalam waktu shalat kedua, yaitu; Dhuhur dan Ashar dikerjakan dalam waktu Ashar, Maghrib dan ‘Isya’dikerjakan dalam waktu, Isya’, Jama’ ta’khir boleh dilakukan secara berurutan dan boleh pula tidak berurutan akan tetapi yang afdhal adalah dilakukan secara berurutan sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahuhu alaihi wa’ala alihi wasallam
_🌏Belajar melalui WhatsApp_
*QASHAR*
Qashar adalah meringkas shalat empat rakaat (Dhuhur, Ashar dan Isya) menjadi dua rakaat.
*JAMA’ SEKALIGUS QASHAR*
Tidak ada kelaziman antara jama’ dan qashar.
Musafir di sunnahkan mengqashar shalat dan tidak harus menjama’, yang afdhal bagi musafir yang telah menyelesaikan perjalanannya dan telah sampai di tujuannya adalah mengqashar saja tanpa menjama’ sebagaimana dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika berada di Mina pada waktu haji wada’,
yaitu beliau hanya mengqashar saja tanpa menjama,
dan beliau shallallahu alaihi wa’ala alihi wa sallam pernah melakukan jama’sekaligus qashar pada waktu perang Tabuk.
✅ Rasulullah shallallahu alaihi wa’ala alihi wasallam selalu melakukan jama’ sekaligus qashar apabila dalam perjalanan dan belum sampai tujuan.
📌 Jadi Rasulullah shallallahu alaihi wa’ala alihi wasallam sedikit sekali menjama’ shalatnya karena beliau shallallahu alaihi wa’ala alihi wasallam melakukannya ketika diperlukan saja
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
*JAMAK DAN QASHAR DALAM SHALAT*
🌿Jamak shalat artinya mengerjakan dua shalat wajib di salah satu waktu, baik dengan mengerjakan di waktu shalat yang pertama (jamak takdim) ataukah dikerjakan di waktu shalat yang kedua (jamak takhir).
Shalat yang boleh dijamak adalah shalat Zhuhur dan shalat ‘Ashar, lalu shalat Maghrib dan shalat ‘Isya’.
Menjamak dua shalat ini dibolehkan menurut ijma’ (kesepakatan) para ulama.
(Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 27: 287)
*1⃣Jama’ taqdim* adalah menggabungkan dua shalat dan dikerjakan dalam waktu shalat pertama, yaitu; Dhuhur dan Ashar dikerjakan dalam waktu Dhuhur, Maghrib dan ‘Isya’ dikerjakan dalam waktu Maghrib.
Jama’ taqdim harus dilakukan secara berurutan sebagaimana urutan shalat dan tidak boleh terbalik.
2⃣Adapun *jama’ ta’khir* adalah menggabungkan dua shalat dan dikerjakan dalam waktu shalat kedua, yaitu; Dhuhur dan Ashar dikerjakan dalam waktu Ashar, Maghrib dan ‘Isya’dikerjakan dalam waktu, Isya’, Jama’ ta’khir boleh dilakukan secara berurutan dan boleh pula tidak berurutan akan tetapi yang afdhal adalah dilakukan secara berurutan sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahuhu alaihi wa’ala alihi wasallam
_🌏Belajar melalui WhatsApp_
*QASHAR*
Qashar adalah meringkas shalat empat rakaat (Dhuhur, Ashar dan Isya) menjadi dua rakaat.
*JAMA’ SEKALIGUS QASHAR*
Tidak ada kelaziman antara jama’ dan qashar.
Musafir di sunnahkan mengqashar shalat dan tidak harus menjama’, yang afdhal bagi musafir yang telah menyelesaikan perjalanannya dan telah sampai di tujuannya adalah mengqashar saja tanpa menjama’ sebagaimana dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika berada di Mina pada waktu haji wada’,
yaitu beliau hanya mengqashar saja tanpa menjama,
dan beliau shallallahu alaihi wa’ala alihi wa sallam pernah melakukan jama’sekaligus qashar pada waktu perang Tabuk.
✅ Rasulullah shallallahu alaihi wa’ala alihi wasallam selalu melakukan jama’ sekaligus qashar apabila dalam perjalanan dan belum sampai tujuan.
📌 Jadi Rasulullah shallallahu alaihi wa’ala alihi wasallam sedikit sekali menjama’ shalatnya karena beliau shallallahu alaihi wa’ala alihi wasallam melakukannya ketika diperlukan saja
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Jum'at, 19 Muharram 1438
📔FIQIH | Fiqih Sunnah Wanita
*MENGAPA MANDI WAJIB ?*
*1⃣ Keluarnya mani karena syahwat, baik dalam tidur maupun tidak*
sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwa Ummu Sulaim pernah bertanya:
يَارَسُوْلَ اللهِ إِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَحي مِنَ الحَقِّ هَلْ عَلَى المَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا هِيَ اِحْتَلَمَتْ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ: نَعَمْ إِذَا رَأَتْ المَاءَ
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap kebenaran (maka aku pun tidak malu untuk bertanya): Apakah wanita wajib mandi bila bermimpi? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, apabila ia melihat air mani setelah ia bangun.” (Muttafaqun Alaih)
Para ulama menyebutkan tiga ciri-ciri air mani:
Keluar dengan memancar.
Memiliki bau yang khas. Jika sudah kering maka baunya seperti bau telor dan jika basah maka baunya seperti bau adonan.
Ketika keluar tubuh menjadi lemas.
Adapun warnanya maka air mani laki-laki itu berwana putih dan kental, sedangkan bagi wanita berwarna kuning dan encer.
Maka perlu diketahui juga bahwa jika air mani keluar saat tidur maka wajib mandi, baik ada tanda-tanda di atas maupun tidak, sebab orang yang tidur terkadang tidak merasakannya.
*2⃣ Jima’ (bersetubuh) sekalipun tidak mengeluarkan mani*
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شَعَبِهَا الأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الغُسْلُ وَإِنْ لَمْ يَنْزِلْ
“Apabila seseorang duduk di antara empat anggota badan (istrinya), lalu bersungguh-sungguh memperlakukannya (yaitu jima’), maka ia wajib mandi, sekalipun tidak mengeluarkan (air mani).”
(Shahih: Mukhtashar Muslim no: 152 dan Muslim I:271 no: 384).
*3⃣ Masuk Islamnya orang kafir*
Adapun dalil wajibnya mandi karena memeluk agama Islam adalah sebagai berikut:
Pertama: Hadist Qais bin Ashim,
عَنْ قَيْسِ بْنِ عَاصِمٍ أَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنَّ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍوَسِدْرٍ
“Dari Qais bin Ashim Radhiyallahu Anhu bahwa ia masuk Islam, lalu diperintah oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam agar mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan daun bidara.”
(Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 128, Nasa’I I: 109, Tirmidzi, II:58 no: 602 dan ‘Aunul Marbud II: 19 no: 351).
Kedua: Orang yang masuk Islam berarti mensucikan batinnya dari najis kemusyrikan. Maka, sangat baik sekali bila lahirnya dia sucikan dengan mandi.
*4⃣ Meninggal dunia*
Hadist Ummu ‘Athiyah ketika anak wanitanya meninggal dunia. Dalam hadist ini, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ
“Mandikan dia sebanyak tiga kali (siraman), lima kali, tujuh kali atau lebih jika kalian menganggap itu perlu.”
(Muttafaqun ‘alaih)
📌Perlu diketahui di sini, jika ada seorang muslimah yang meninggal maka harus di mandikan oleh sesama muslimah bukan bapak, paman, atau saudara laki-laki kandungannya meskipun mereka mahromnya. Akan tetapi, jika dimandikan oleh suaminya maka boleh.
*5⃣ Haidh*
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي وَصَلِّيْ
“Jika telah tiba masa haidhmu maka tinggalkan shalat, dan bila selesai masa haidmu maka mandilah kemudian shalatlah.”
(HR. Bukhari)
*6⃣ Nifas*
Nifas adalah darah yang keluar pada saat persalinan, baik keluar sebelum persalinan, yaitu selama dua atau tiga hari ataupun setelah persalinan dengan dibarengi rasa sakit. Adapun dalil kewajiban mandi karena nifas adalah karena ia salah satu jenis haid.
Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyebut haid dengan kata nifas. Beliau bersabda kepada ‘Aisyah Radhiyallahu anha yang sedang haidh,
لَعَلِّكِ نَفِسْتِ
“Barangkali saja engkau nifas.” (Muttafaqun ‘alaih)
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Rabu, 17 Muharram 1438
📔HADITS
*🔊JANGAN LIHAT LUARNYA SAJA*
ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ :
(( رب أشعث مدفوع بالأبواب لو أقسم على الله لأبره ))
💠Dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berapa banyak seseorang yang lusuh, yang terusir di depan pintu-pintu, namun jika sendainya mereka bersumpah atas nama Allah niscaya Allah kabulkan”.
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim dan Ahmad. Lihat Shahiihul jaami’ no. 3484).
بسم الله و الصلاة و السلام على رسول الله ، أما بعد :
⚠Hadits ini menjelaskan betapa kedudukan seseorang di hadapan Allah tidak dilihat dari rupa, harta, dan jabatan, melainkan dilihat dari ketaqwaannya. Ketaqwaan dan keimanan lah yang akan mengangkat kedudukan hamba di sisi Allah subahanahu wa ta'ala .
Sebagaimana Nabi ﷺ :
((إن الله لا ينظر إلى صوركم و أموالكم و لكن ينظر إلى قلوبكم و أعمالكم ))
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa-rupa dan harta-harta kalian, akan tetapi melihat hati-hati dan amalan-amalan kalian".
🍇Dalam hadits ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menggambarkan salah satu contoh seorang hamba Allah yang begitu rendah status sosialnya di hadapan manusia,
yang mana penampilannya lusuh, rambutnya kusut, kusam dan kotor dikarenakan perjalanan yang panjang dalam rangka ketaatan seperti haji atau jihad serta banyaknya ibadah,
ia selalu ditolak dan diusir ketika ingin masuk rumah orang-orang kaya atau ingin menghadiri pesta-pesta mereka.
❤Namun dikarenakan keimanan dan ketaqwaannya, Allah berkenan mengabulkan segala doa-doanya dan mengangkat derajatnya di sisi-Nya, sehingga setiap kali ia berdoa pasti dikabulkan oleh Allah, dan setiap kali ia bersumpah atas nama Allah pasti selalu ditepati.
Hal ini dikarenakan salah satu sebab dikabulkannya doa adalah keadaan yang prihatin dan melarat, sebagaimana menampakkan hal tersebut disunnahkan dalam shalat istisqa' (meminta hujan).
📌Maka janganlah sekali-kali kita meremehkan atau merendahkan seorangpun dari kalangan hamba Allah, akan tetapi cintailah seseorang dikerenakan ketaqwaannya.
و الله تعالى أعلم
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
Materi*
Kristenisasi Di Indonesia
〰〰〰〰〰〰〰〰
*Ustadz Naufal*
*Rabu, 8 Oktober 2016*
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Teman teman jangan pada kaget ya jika saya ungkapkan semua seluk beluk kristenisasi di Indonesia
💦Saya bukanlah Pendeta
💦Saya bukanlah Pastor
💦Tetapi saya pernah ikut beberapa pendeta dan aktifis agama kristen menyebarkan agama kristen di Indonesia.
💦Saya mantan kafir yang masuk islam tanggal 25 january 1993 di masjid Istiqlal
*Beberapa cara kristenisasi di Indonesia*
🚨 *_1. Melalui BANSOS ( Bantuan Sosial)_*
Melalui BANSOS
Ialah : Umat kristen dan umat katholik dan umat budha paling mudah masuk ke daerah daerah yang kena bencana alam seperti Gempa Bumi, Tanah Longsor, Banjir, Kebakaran
Dengan cara Kasih mereka sembako , selimut, baju dan perlengkapan lainnya
Besok besoknya dateng lagi sambil cerita agama mereka perlahan lahan.
*_2. Melalui POLITIK_*
Seluruh Gereja Gereja di Indonesia sudah menargetkan di tahun 2020 agama islam dan agama kristen menjadi 50 persen dan 50 persen
❗ Caranya :
Mereka akan masuk ke pemerintahan mulai dari Lurah, Camat, Walikota, Bupati, sampai Gubernur dan sampai Presiden
Dan mereka akan merubah Undang Undang yang memojokkan kristen dan budha supaya lebih longgar.
Mereka akan ganti semua pejabat menjadi kristen
Orang kristen akan bilang ke orang islam :
pilih gubernur jangan liat agamanya karena SARA, RASIS
Sementara di gereja mereka akan bilang :
Pilih Gubernur yang kristen supaya Terang Tuhan Yesus memberkati Indonesia semua
Ini sudah didoktrin di gereja gereja supaya melakukan yang demikian.
Umat islam banyak yang ga tau misi kristen melalui politik
*_ 3.Melalui Membangun Gereja Ilegal sebanyak mungkin_*
❗Caranya :
Mengadakan kebaktian, dan nyanyi kristen dan berdoa dengan suara yang kencang supaya umat islam mendengar itu semua
Di belakang gubernur ahok banyak banget pendeta kristen
Dan ahok sudah dipersiapkan sepuluh tahun yang lalu supaya jadi presiden Indonesia dan supaya memurtadkan umat islam
*_4. Melalui PENDIDIKAN_*
Pemberian beasiswa untuk umat islam di sekolah kristen
Umat islam yang sekolah di sekolah kristen Harus ikut pelajaran agama kristen dan harus doa cara kristen
🚨 *_5. Melalui HIBURAN_*
Contohnya ada artis (agnes monica) yang kadang kadang nyanyi kristen
Dan ada juga artis yang murtad (nafa urbach) dan aktor pemain film mereka selalu menyebut puji tuhan haleluya
🚨 *_6. Melalui Propaganda Tokoh Islam yang murtad masuk kristen_*
🚨 *_7. Melalui 4 M_*
💔Memacari 💔Memperkosa
💔Menghamilkan
💔Memurtadkan
Akhwat yang masih muda biasanya matre dan ini sasaran empuk para misioneris melalui 4M
Dan ini sudah banyak banget korban pemurtadan melalui cara 4 M
*_8. Melalui Acara Acara di keramaian_*
Contoh
👉CFD ( car free day) bagi permen yang ada ayat injl.
👉Bagikan brosur kristen
👉Memakai kalung salib
*_9. Melalui MUALLAF GADUNGAN YANG PURA PURA MASUK ISLAM_*
ini saya sering ketemu muallaf gadungan
Ciri Ciri Muallaf Gadungan
👉Ga mau sholat, Ga mau baca alquran, Ga mau puasa, Ga mau zakat, dan ceritanya selalu kebanyakan tentang nabi isa dan para murid nabi isa
Banyak murid sekolah Tinggi Agama kristen menyamar jadi muallaf gadungan, karena jika murid murid sekolah Tinggi Agama kristen dapat memurtadkan umat islam maka dapat nilai CUMLAUDE:
*_10. Melalui Jin Kristen_*
Teman Teman jangan coba nyanyi lagu gereja karena akan bisa mendatangkan jin kristen
*_ 11.Melalui PELAYANAN DOA DI RUMAH SAKIT_*
Sasarannya adalah umat islam yang dalam keadaan sakaratul maut disuruh mengaminkan doa kristen dari para pendeta / pastor yang mendatanginya.
*_12. Melalui EKONOMI*_
Saya pernah alami sendiri ketika saya berumur 23 tahun saya lulus kuliah dan lamar kerja di beberapa perusahaan kristen dan di perusahaan itu boleh masuk kerja asal tidak boleh sholat jumat dan tidak boleh sholat Zuhur dan tidak boleh sholat ashar.
Saya tolak lamaran itu
Yang saya sedih: banyak banget umat islam di perusahaan perusahaan itu
*_13. Melalui Perayaaan Perayaan Agama agama di Indonesia_*
Contohnya : Buka Puasa Romadhon di Gereja
Sambil Buka Puasa , mereka diperdengarkan lagu gereja dan pulangnya biasanya dikasih duit
Ini sering terjadi di Indonesia
Semoga kita selalu mendapatkan Taufiq dari Allah Ta'ala.
Wallaahu a'lam bish shawab.
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Senin, 15 Muharram 1438
📔AQIDAH | Aqidah Salaf Ahlus Sunnah wal Jama'ah
*🔊Tauhid*
🔰Dari hasil pengkajian terhadap dalil-dalil tauhid yang dilakukan para ulama sejak dahulu hingga sekarang, mereka menyimpulkan bahwa ada tauhid terbagi menjadi tiga: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Al Asma Was Shifat.
📌Yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, Raja, dan Pencipta semua makhluk, dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka.
(Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17)
🔰Meyakini rububiyah yaitu meyakini kekuasaan Allah dalam mencipta dan mengatur alam semesta, misalnya meyakini bumi dan langit serta isinya diciptakan oleh Allah, Allahlah yang memberikan rizqi, Allah yang mendatangkan badai dan hujan, Allah menggerakan bintang-bintang, dll. Dinyatakan dalam Al Qur’an:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan Mengadakan gelap dan terang” (QS. Al An’am: 1)
🔰Dan perhatikanlah baik-baik, tauhid rububiyyah ini diyakini semua orang baik mukmin, maupun kafir, sejak dahulu hingga sekarang. Bahkan mereka menyembah dan beribadah kepada Allah. Hal ini dikhabarkan dalam Al Qur’an:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
“Sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (orang-orang kafir jahiliyah), ’Siapa yang telah menciptakan mereka?’, niscaya mereka akan menjawab ‘Allah’ ”.
(QS. Az Zukhruf: 87)
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
“Sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (orang-orang kafir jahiliyah), ’Siapa yang telah menciptakan langit dan bumi serta menjalankan matahari juga bulan?’, niscaya mereka akan menjawab ‘Allah’ ”.
(QS. Al Ankabut 61)
📌Oleh karena itu kita dapati ayahanda dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bernama Abdullah, yang artinya hamba Allah.
Padahal ketika Abdullah diberi nama demikian, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tentunya belum lahir.
🔰Adapun yang tidak mengimani rububiyah Allah adalah kaum komunis atheis. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “Orang-orang komunis tidak mengakui adanya Tuhan. Dengan keyakinan mereka yang demikian, berarti mereka lebih kufur daripada orang-orang kafir jahiliyah”
(Minhaj Firqotin Najiyyah)
❓Pertanyaan, jika orang kafir jahiliyyah sudah menyembah dan beribadah kepada Allah sejak dahulu, lalu apa yang diperjuangkan oleh
Mengapa mereka berlelah-lelah penuh penderitaan dan mendapat banyak perlawanan dari kaum kafirin?
*Jawabannya,* meski orang kafir jahilyyah beribadah kepada Allah mereka tidak bertauhid uluhiyyah kepada Allah, dan inilah yang diperjuangkan oleh Rasulullah dan para sahabat.
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Senin, 15 Muharram 1438
📔Buku Saku Adab Wanita menuntut Ilmu [12 ribu]
*BOLEHNYA WANITA BERTANYA TENTANG KEWANITAAN*
Apabila ilmu tersebut baik baginya untuk makin meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala maka ini insyaAllah tidak mengapa.
Tentunya keluar untuk menuntut ilmu adalah salah satu keperluan yang diizinkan oleh syariat, apalagi jika yang dituntutnya adalah ilmu yang berkaitan dengan pelaksanaan kewajibannya.
Banyak dalil yang menunjukkkan akan hal tersebut. Di antaranya :
📌Hadits Ummu Salamah radhiyallâhu ‘anhâ, beliau berkata,
“Ummi sulaim mendatangi Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam lalu berkata,
Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidaklah malu dari kebenaran, apakah ada kewajiban mandi bagi perempuan bila ia mimpi basah?
Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam menjawab, Iya, bila melihat air.”
[ Dikeluarkan oleh Al-Bukhâry, Muslim no. 313, At-Tirmidzy no. 122, An-Nasâ`i 1/114-115 dan Ibnu Mâjah no. 600]
📌Hadits ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, dimana beliau berkata,
“Fatimah bintu Abi Hubaisy mendatangi Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam lalu berkata,
Wahai Rasulullah, saya adalah perempuan yang istihâdhah, tidaklah saya suci, apakah saya (harus) meninggalkan sholat?
Maka beliau menjawab, Tidak. Sesungguhnya itu hanyalah sekedar urat dan bukan haidh.
Apabila haidhmu telah tiba maka tinggalkanlah sholat dan apabila (haidhmu) telah berlalu maka cucilah darah darimu kemudian sholatlah.”
[Dikeluarkan oleh Al-Bukhâry, Muslim, At-Tirmidzy, An-Nasâ`i dan Ibnu Mâjah]
📌Hadits Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata,
"Para perempuan berkata kepada Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam, kaum lelaki telah mengalahkan kami terhadapmu.
Jadikanlah dari dirimu suatu hari (khusus) untuk kami. Maka (beliau) menjanjikan kepada mereka suatu hari yang beliau menemui mereka padanya. Lalu (beliau) menasehati mereka dan memberikan perintah kepada mereka.”
[ Dikeluarkan oleh Al-Bukhâry, Muslim dan An-Nasâ`i dalam As-Sunan Al-Kubrô]
✊🏻Seorang penuntut ilmu hendaknya berhias dengan mahligai ketakwaan dalam zhohir dan bathinnya dan mengikhlaskan niatnya karena Allah. Makna ikhlas yaitu engkau meniatkan upaya dan usahamu dalam menuntut ilmu untuk mengangkat kejahilan dari dirimu dan untuk memurnikan ibadah kepada Allah dengan cara yang benar. Allah Ta’âlâ berfirman,
“Dan bertakwalah kepada Allah; Allah akan memberikan ilmu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al-Baqarah :282]
Dan Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Setiap amalan sesuai dengan niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan.”
♦Berkata Ibrahim An-Nakha’iy rahimahullâh,
“Siapa yang menuntut suatu ilmu dengan mengharap wajah Allah, maka Allah akan memberikan kepada apa yang mencukupinya.”
[Dikeluarkan oleh Ad Dârimy no 254 dengan sanad yang shohih]
♦Dan berkata Al-Hasan Al-Bashry rahimahullâh,
”Siapa yang menuntut suatu ilmu ini, lalu ia menghendaki apa yang ada disisi Allah ia akan mendapatkannya -insyaAllah-. Dan siapa yang menghendaki dunia karenanya, maka -demi Allah- itulah bagiannya dari ilmu itu.”
[Dikeluarkan oleh Ad Dârimy no 254 dengan sanad yang shohih]
✅Dan hendaknya engkau memakmurkan zhohir dan bathinmu dengan rasa takut kepada Allah dan terus menerus merenungi kekuasaan dan kebesaran Allah. Ketahuilah bahwa ilmu itu bukan sekedar pengetahuan tanpa ada khasy-yah (rasa takut) kepada Allah.
💟Demikian beberapa dalil yang menunjukkan bolehnya seorang perempuan untuk keluar dalam rangka menuntut ilmu agama.
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Senin, 15 Muharram 1438
📔Sifat Shalawat Nabi
*Cara Bershalawat yang Benar*
*1⃣Pertama* Nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang ketika nama tersebut disebut maka kita dianjurkan untuk membaca salawat, adalah semua nama dan gelar beliau, termasuk kun-yah beliau (nama lain yang diawali dengan “Abu” atau “Ummu”). Seperti: Nabi, Rasul, Rasulullah, Muhammad, Abul Qasim (kun-yah beliau), Nabiyullah, atau yang lainnya.
*2⃣Kedua*
Cara salawat yang benar adalah dengan mengikuti cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, ada beberapa keadaan yang menyebabkan bersalawat menjadi wajib atau sunnah, di antaranya:
a. Ketika tasyahud akhir: wajib untuk bersalawat.
b. Ketika dalam majelis (berkumpulnya beberapa orang untuk mengobrol): wajib untuk bersalawat, menurut sebagian ulama.
c. Ketika hari Jumat: dianjurkan memperbanyak salawat.
d. Seusai mendengar azan: dianjurkan untuk bersalawat.
e. Ketika berdoa: dianjurkan untuk mengawalinya atau mengakhirinya dengan salawat.
*3⃣Ketiga*
Lafal salawat, yang paling ringkas dan sesuai sunnah, disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim,
“Dari Ka’ab bin Ujrah radhiallahu ‘anhu, bahwa para sahabat pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami telah memahami tata cara memberi salam kepada Anda, lalu bagaimana cara memberi salawat kepada Anda?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ucapkanlah,
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ'”
Alloohumma sholli 'alaa muhammadin, wa 'alaa aali muhammadin, kamaa shollaita 'alaa aali Ibroohiima, innaka hamiidun majiid.
Allohumma baarik 'alaa muhammadin, wa 'alaa aali muhammadin, kamaa baarokta 'alaa aali Ibroohima, innaka hamiidun majiid.
*Keterangan:*
a. Salawat ini disebut dengan “salawat ibrahimiyah”.
b. Ini adalah salawat terbaik karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajarkannya sendiri kepada para sahabat.
_Allahu a’lam_
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Senin, 15 Muharram 1438
📔HADITS | 100 hadits Ringkas Mudah Dihafal
🔊 Wajibnya Amar Ma'ruf Nahi Mungkar
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ،فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ،وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ (رواه مسلم وأحمد وأصحاب السنن)
" Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia ubah dengan tangannya , apabila tidak mampu maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman(HR Muslim, Ahmad dan Ashabussunan).
✏ Hadits ini menunjukkan wajibnya amar ma'ruf nahy mungkar karena dalilnya dengan lafaz perintah:
(فَلْيُغَيِّرْهُ)
dan hukumnya adalah fardlu kifayah.
✏Hadits ini sekaligus menunjukkan tingkatan dalam nahy mungkar yang paling tinggi adalah dengan tangan, terutama bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan dalam syari'at atas orang lain, maka hukumnya menjadi fardlu 'ain seperti seorang ayah atas anaknya sebagaimana yang terdapat dalam hadits:"... Dan pukullah mereka (anak-anak kalian) jika meninggalkan shalat ketika mereka berumur 10 tahun... "(HR Abu Dawud:495, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani), dan sebagaimana suami atas istrinya
seperti yang Allah firmankan:"... Dan pukullah mereka (istri - istri kalian, bila tidak berhenti dari kemungkaran dengan nasihat dan hajr)"
(An-Nisa:34)
serta sebagaimana ulil amri atas rakyatnya, sebagaimana dalam dalil-dalil penerapan hukum hudud.
✏ Orang yang beramar ma'ruf nahy mungkar hendaknya berilmu tentang apa yang ia perintahkan dan apa yang ia larang, apabila tentang perkara yang sudah jelas dalam syari'at seperti shalat, puasa, zina, mencuri, mabuk, maka tiap muslim dapat melakukan amar ma'ruf nahy mungkar dengan lisannya, namun apabila berkaitan tentang perkara-perkara yang lebih mendetail dalam syari'at seperti riba dan macam-macamnya dan contoh mu'amalah ribawi, hal-hal yang berkaitan dengan jihad serta perkara mendetail lainnya, maka amar ma'ruf nahy mungkar dalam hal-hal ini hanya boleh dilakukan oleh para ulama dan para ustadz.
✏(Maka ubahlah dengan hatinya...) yaitu dengan membenci kemungkaran tersebut dan tidak meridloinya, dan ini adalah fardlu 'ain bagi setiap muslim untuk membenci kemungkaran yang terjadi di sekitarnya, walaupun hal itu sudah dianggap biasa oleh kaum muslimin di sekitarnya, seperti tabarruj, sumpah palsu, korupsi dan lainnya.
✏Hadits ini tidak kontradiksi dengan ayat:
عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ
(المائدة:١٠٥)
"...hendaklah kali jaga diri kalian masing-masing, orang-orang yang sesat tidak akan memudlaratkn kalian bila kalian telah mendapatkan petunjuk...
✏Maksudnya adalah bila kalian telah melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang serta beramar ma'ruf nahy mungkar, maka kalian tidak akan dikenai sangsi atas kesesatan yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat dan kesalahan orang-orang yang salah.
ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ
ﻭ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jeniskelamin#alamat#domisili
kirim ke 083840005023
Komentar
Posting Komentar