Kosa Kata 11
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
*اَلدَّرْسُ الثَّالِثُ*✔
Pelajaran ketiga
بَيْتٌ: اَلْبَيْتُ
⬅بَيْتٌ
Baytun
Rumah
اَلْبَيْتُ ➡ Menjadi
Al-baytu
Rumah itu
قَلَمٌ : الْقَلَمُ
⬅قَلَمٌ
Qalamun
Pena
اَلْقَلَمُ ➡ Menjadi
Al-qalamu
Pena itu
جَمَلٌ: اَلْجَمَلُ
⬅جَمَلٌ
Jamalun
Unta
اَلْجَمَلُ ➡ Menjadi
Al-jamalu
Unta itu
اَلْقَلَمُ مَكْسُوْرٌ
Al-qalamu maksuurun.
Pena itu patah.
اَلْبَابُ مَفْتُوْحٌ
Al-baabu maftuuhun.
Pintu itu terbuka.
اَلْوَلَدُ جَالِسٌ وَ اَلْمُدَرِّسُ وَاقِفٌ
Al-waladu jaalisun wa al-mudarrisu waaqifun.
Anak itu duduk dan guru itu berdiri.
اَلْبَيْتُ قَرِيْبٌ وَ اَلْمَسْجِدُ بَعِيْدٌ
Al-baytu qariybun wa al-masjidu ba'iydun.
Rumah itu dekat dan masjid itu jauh.
*Penjelasan:*
Pada pelajaran yang telah lalu kita menjumpai semua Ism (kata benda) tanpa diawali alif lam ( ال ). Ism tersebut dinamakan dengan Ism nakirah ( اسم نكرة ) yang berarti penggunaan kata tersebut masih untuk umum.
Contoh:
كِتَابٌ = Buku
Maksudnya buku apa saja, bisa jadi buku tulis, buku gambar atau buku lainnya.
Sedangkan jika Ism yang diawali dengan alif lam ( ال ), berarti benda yang di tunjuk sudah jelas, yang di sebut dengan Ism ma'rifah (اسم معرفة)
Contoh:
اَلْكِتَابُ = Buku itu
Jika suatu Ism diawali dengan alif lam ( ال ), maka *tidak boleh diberi tanwin* ( ً ٍ ٌ ). Perhatikanlah contoh-contoh di atas.
Syaikh Utsaimin berkata:
*_"Bersungguh-sungguh lah untuk mempelajari ilmu dan yang dapat menopangnya seperti ilmu nahwu"_*
✏
Oleh: Ummu Khansa
Laa Tansa Group
Muraja'ah oleh:
Al-ustadz Ahmad Daniel,Lc
Rujukan 📖 karya Syaikh DR.V 'Abdurrahiim,Universitas Islam Madinah
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
📝11
Komentar
Posting Komentar