Kisah Qabil Dan Habil
🗓Kamis, 13 Dzulqa'dah 1437
📒Kisah Para Nabi | Ibnu Katsir [70rb, 1000 hlm]
*ANTARA PEMBUNUHAN DAN QURBAN*
Anak-anak Adam dan Hawa semakin hari semakin tumbuh besar dan dewasa.
Naluri kemanusiaan mereka pun muncul.
Mereka ingin memiliki pasangan hidup untuk mendapatkan ketentraman hati.
💝Sebelumnya, Hawa setiap kali mengandung ia melahirkan 2 anak kembar sekaligus, laki-laki dan perempuan.
Kemudian ia melahirkan lagi 2 anak kembar, laki-laki dan perempuan.
Diriwayatkan dari Ibnu Ihasq dalam Tafsir Baghowi dan Tafsir Al-Qurthubi bahwa Hawa melahirkan 40 anak dengan 20 kali mengandung.
Wallahu a’lam.
🆚Setelah anak keturunannya mencapai dewasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan (membolehkan) kepada Nabi Adam ‘alaihissalam untuk menikahkan salah satu dari pasangan kembar dengan salah satu dari pasangan Qabil bersama Iqlimiya yang berparas cantik,
sedangkan pasangan kembar adiknya bernama Habil dan Layudha berparas kurang menarik.
🍞Qabil adalah seorang petani.
Ketika diperintahkan berkurban maka ia berkurban dengan seikat gandum.
Dia pilih gandum yang jelek dari tanamannya.
Dia tidak peduli apakah kurbannya diterima atau tidak, karena rasa sombong dan dengki sudah menguasainya.
🐑Sedangkan Habil seorang peternak kambing, dia pilih kambing yang muda lagi gemuk untuk berkurban.
Dia berkeinginan agar kurbannya diterima di sisi Allah Ta’ala.
Setelah kurban keduanya dipersembahkan, Allah Ta’ala menurunkan api berwarna putih dan dengan izin Allah api itu membawa kurban Habil (sebagai tanda bahwa kurbannya diterima) dan meninggalkan kurban Qabil.
🕸Al-Qurthubi menukil dari Sa’id bin Jubair rahimahullah dan lainnya bahwa kambing itu diangkat ke surga dan hidup di sana hingga diturunkan lagi ke bumi untu dijadikan tebusan bagi Nabi Ismail ‘alaihissalam ketika hendak disembelih oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,
Wallahu a’lam
⚡Melihat yang demikian, di mana kurbannya tidak diterima,
spontan marahlah Qabil hingga berlanjut mengancam Habil untuk membunuhnya.
Walau bagaimanapun, dia tak ingin Habil menikhai saudara perempuannya.
Allah Ta’ala berfirman menceritakannya dalam Surat Al-Maidah ayat 27,
“Ceirtakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Qabil dan Habil) dengan sebenarnya.
Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah satunya dan tidak diterima dari yang lainnya.
Maka berkata yang tidak diterima kurbannya, ‘Sungguh aku akan membunuhmu.’
Dan berkata yang diteirma kurbannya, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang bertakwa.’
💧Melihat kakaknya berniat membunuhnya, Habil tidak membela diri.
Sebaliknya, dia menyerahkan dirinya dan tidak ada keinginan melawan. Dia berkata,
“Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu untuk membunuhku,
sekali-kali aku tidak menggerakkan tanganku aku membunuhmu.
Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Robb sekalian alam.
Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan membawa dosa (pembunuhan ini) dan dosa kamu sendiri yang lain,
maka kamu menjadi penghuni neraka, dan yang demkian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zhalim.”
(QS. Al-Maidah: 28-29)
☀Habil melakukan tindakan ini karena Qabil bukanlah orang kafir melainkan pelaku maksiat, dia khawatir jika melawan akan punya keinginan seperti Qabil yakni membunuh lawannya. Ini tentu berakibat fatal, karena nanti kedua-duanya akan masuk neraka.
Tindakan ini juga seperti apa yang dilakukan Khalifah Utsman bin Affan, pada waktu terjadinya fitnah ia tidak melawan ketika diserang karena beliau tahu yang dihadapinya orang-orang muslim.
🔰Adapaun kepada orang kafir maka seharusnya mempertahankan diri dan melawan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Bukhari dan Muslim:
“Apabila dua orang muslim berhadap-hadapan dengna pedang masing-masing, maka pembunuh dan yang dibuuh keduanya masuk neraka.”
Para sahabt bertanya, “Wahai Rasulullah, kalau pembunuh wajar ia masuk neraka, tetapi kalau yang dibunuh apa gerangan penyababnya?”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya yang dibunuh itu juga berkeinginan membunuh temannya.”
*HIKMAH TERBUNUHNYA HABIL*
❗Al-Qurtubhi mengatakan,
“Hasad (dengki) adalah dosa yang pertama kali dilakukan di langit dan di bumi,
di langit adalah dengkinya iblis kepada Nabi Adam ‘alaihissalam dan di bumi adalah dengkinya Qabil kepada Habil.”
⁉Pembunuhan termasuk dosa besar yang mengancam pelakunya masuk neraka.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)
🌏Belajar melalui WhatsApp
Ketik: nama#usia#alamat#aktivitas
Kirim ke 083867459621
Komentar
Posting Komentar