Iman, Islam, Ihsan
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Selasa, 15 Shafar 1438
📔Hadits | Penjelasan Hadits ke-2 Arbain An-Nawawiyah
*IMAN, IHSAN, ISLAM*(bagian 1)
⏩Dari hadits ini dipahami bahwa Islam dan iman adalah dua hal yang berbeda, baik secara bahasa maupun syari’at. Namun terkadang, dalam pengertian syari’at, kata Islam dipakai dengan makna iman dan sebaliknya.
*Kalimat, “Kami heran, dia bertanya tetapi dia sendiri yang membenarkannya”*
mereka para shahabat Rasulullah menjadi heran atas kejadian tersebut, karena orang yang datang kepada Rasulullah hanya dikenal oleh beliau dan orang itu belum pernah mereka ketahui bertemu dengan Rasulullah dan mendengarkan sabda beliau.
Kemudian ia mengajukan pertanyaan yang ia sendiri sudah tahu jawabannya bahkan membenarkannya, sehingga orang-orang heran dengan kejadian itu.
*1⃣Kalimat, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para malaikat-Nya, dan kepada kitab-kitab-Nya….”*
✅Iman kepada Allah yaitu mengakui bahwa Allah itu ada dan mempunyai sifat-sifat Agung serta sempurna, bersih dari sifat kekurangan.
Dia tunggal, benar, memenuhi segala kebutuhan makhluk-Nya,
tidak ada yang setara dengan Dia, pencipta segala makhluk, bertindak sesuai
kehendak-Nya dan melakukan segala kekuasaan-Nya sesuai keinginan-Nya.
✅Iman kepada Malaikat, maksudnya mengakui bahwa para malaikat adalah
hamba Allah yang mulia, tidak mendahului sebelum ada perintah, dan selalu
melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya.
✅Iman kepada Para Rasul Allah, maksudnya mengakui bahwa mereka jujur
dalam menyampaikan segala keterangan yang diterima dari Allah dan mereka
diberi mukjizat yang mengukuhkan kebenarannya, menyampaikan semua
ajaran yang diterimanya, menjelaskan kepada orang-orang mukalaf apa-apa
yang Allah perintahkan kepada mereka. Para Rasul Allah wajib dimuliakan dan
tidak boleh dibeda-bedakan.
✅Iman kepada hari Akhir, maksudnya mengakui adanya kiamat, termasuk
hidup setelah mati, berkumpul dipadang Mahsyar, adanya perhitungan dan timbangan amal, menempuh jembatan antara surga dan neraka, serta adanya Surga dan Neraka, dan juga mengakui hal-hal lain yang tersebut dalam Qur’an dan hadits Rasulullah
✅Iman kepada taqdir yaitu mengakui semua yang tersebut diatas,
ringkasnya
tersebut dalam firman Allah:
“Allah menciptakan kamu dan semua perbuatan kamu” (Ash Shaffat: 96)
dan dalam firman Nya:
“Sungguh segala sesuatu telah kami ciptakan dengan ukuran tertentu” (Al Qamar:49)
Serta di ayat-ayat yang lain. Demikian juga dalam hadits Rasulullah, Dari Ibnu Abbas,
“Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan suatu keuntungan kepadamu, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari
apa yang Allah telah tetapkan pada dirimu. Sekiranya merekapun berkumpul untuk melakukan suatu yang membahayakan dirimu, niscaya tidak akan membahayakan dirimu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu.
Segenap pena diangkat dan lembaran-lembaran telah kering”
🌅Para Ulama mengatakan, Barangsiapa membenarkan segala urusan dengan sungguh-sungguh lagi penuh keyakinan tidak sedikitpun terbersit keraguan, maka dia adalah mukmin sejati.
*2⃣Kalimat, “Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya….”*
Pada pokoknya merujuk pada kekhusyu’an dalam beribadah, memperhatikan hak Allah dan menyadari adanya pengawasan Allah kepadanya serta keagungan dan kebesaran Allah selama menjalankan ibadah.
*3⃣Kalimat, “Beritahukan kepadaku tanda-tandanya ?*
Dengan memfathah huruf hamzah. “Al Ammaaroh”: tanda-tanda/ alamat.
“Al Ummah” di sini bermakna: budak perempuan yang melahirkan anak tuannya. “
“Robbatahaa”: Nyonyanya,
dan di dalam riwayat lainnya disebutkan: “Ba’lahaa” (artinya: pasangannya).
Dan telah diriwayatkan bahwa seorang badui Arab telah ditanya tentang seekor unta betina (maskudnya: unta itu milik siapa?), maka dia
berkata: “Aku ba’lnya (pasangannya).”
Dan suami juga dinamakan ba’l (pasangan).
Dan di dalam redaksi hadits disebutkan “robbatahaa” dengan ta`nits (mu`annats).
*Dan telah diperselisihkan (ikhtilaf) tentang perkataan beliau: “Bahwa bahwa seorang budak perempuan melahirkan nyonyanya.”*
Maka ada yang mengatakan: “Maksudnya: Kaum Muslimin kelak akan menguasai negeri kafir,
sehingga banyak tawanan, maka budak-budak banyak melahirkan anak tuannya dan anak ini akan menempati posisi majikan karena kedudukan
bapaknya.
✅Maka (menurut pendapat pertama ini) yang menjadi tanda kiamat
adalah: Berkuasanya kaum Musliminin atas kaum Musyrikin, banyak terjadi penaklukan dan banyak penawanan.
✅Ada juga yang mengatakan bahwa itu menunjukkan kerusakan umat manusia sehingga orang-orang terhormat menjual budak yang menjadi ibu dari anak-anaknya,
sehingga berpindah-pindah tangan yang mungkin sekali akan jatuh ke tangan anak kandungnya tanpa disadarinya.
Maka menurut (pendapat kedua) ini, yang menjadi tanda kiamat adalah: tingginya angka kebodohan tentang haramnya memperdagangkan mereka (budak yang menjadi ibu dari anak-anaknya).
☑Dan ada yang mengatakan: maknanya: Banyak merebak kedurhakaan anakanak, maka seorang anak bermuamalah dengan Ibunya seperti seorang tuan bermuamalah dengan budak perempuannya: yang isinya hanya penghinaan dan celaan.
_bersambung..._
و الله تعالى أعلم، و صلى الله على نبينامحمد و آله و صحبه و سلم.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jeniskelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Selasa, 15 Shafar 1438
📔Aqidah
🔴Sesungguhnya Ahlussunnah wal Jama’ah -mereka yang berjalan di atas Manhaj Salafush Sholih- mereka ini berjalan di atas pondasi-pondasi/
prinsip-prinsip yang tetap dan jelas di dalam akidah, amal, dan akhlak.
⏩Prinsip-prinsip ini diambil dari Kitabulloh Yang Mahatinggi, dan setiap hadits (As Sunnah) yang shahih dari Rasulullah shollAllahu ‘alaihiwasallam; baik itu mutawatir ataupun ahad, dengan cara pemahaman Salaful Ummah (para pendahulu umat ini); baik dari kalangan generasi
sahabat, generasi tabi’in, dan generasi tabi’ut tabi’in (orang-orang yang mengikuti mereka) dengan baik.
🔰Maka, berkenaan dengan ushuluddin (pondasi-pondasi/prinsip-prinsip Agama), Nabi shollAllahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskannya secara
pasti; maka tidak seorang pun boleh membuat hal baru di dalamnya sedikit pun dan menyangka bahwa itu termasuk bagian dari Agama.
Karena itu,
Ahlussunnah wal Jama’ah berpegang erat dengan pondasi-pondasi ini, dan mereka berupaya menghindari istilah-istilah yang bid’ah (baru), dan
berpegang teguh dengan istilah-istilah yang syar’i, dari sini maka mereka (Ahlussunnah wal Jama’ah) adalah perpanjangan/ penerus sejati dari kaum Salafush Sholih.
☑Prinsip-prinsip agama Islam menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah secara
global sebagai berikut:
*🅰 PRINSIP PERTAMA: IMAN DAN RUKUNNYA*
‘Aqidah Salafush Shalih – Ahlus Sunnah wal Jama’ah – dalam prinsip-prinsip keimanan terangkum dalam iman dan tashdiq (pembenaran) terhadap rukun iman yang enam sebagaimana yang disabdakan Nabi ﷺ dalam hadits Jibril AS, yakni tatkala ia datang menanyakan tentang iman kepada Nabi ﷺ.
🔰Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Bahwa engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
rosul-rosul-Nya, hari Akhir, dan engkau beriman kepada takdir; yang baik
dan buruk.‛
⏩Keimanan bersendikan pada keenam rukun ini.
Jika salah satu rukun jatuh, seseorang tidak dapat menjadi Mukmin sama sekali, karena ia telah
kehilangan salah satu dari rukun iman.
Jadi, keimanan itu tidak akan berdiri, kecuali di atas rukunnya yang sempurna, sebagaimana bangunan tidak akan berdiri tegak, kecuali di atas pilar-pilarnya yang sempurna pula.
✅Enam perkara ini disebut Rukun Iman.
Maka tidaklah sempurna iman seseorang, kecuali dengan mengimani semua rukun di atas dengan cara yang benar, sesuai dengan apa yang ditunjukkan al-Qur-an dan as-Sunnah.
Barang siapa mengingkari salah satu darinya, maka ia bukanlah seorang Mukmin.
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jeniskelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Senin, 08 Muharram 1438
📔AQIDAH | Syarh Lum’atul I’tiqad Syaikh ibn Utsaimin, Edisi Terjemahan [harga 70 ribu]
*TIMBANGAN DI AKHIRAT*
Timbangan atau mizan secara etimologi (bahasa) adalah alat yang digunakan untuk mengukur (bobot) segala sesuatu, sehingga benda tersebut dapat diketahui beratnya.
Adapun makna mizan menurut syariat adalah timbangan yang Allah letakkan pada hari kiamat nanti untuk menimbang amalan para hamba-Nya.
*❓Apa Saja yang Ditimbang?*
Allah Maha Mengetahui amalan para hamba secara rinci sebelum Dia menciptakannya dengan ilmu-Nya yang sempurna, walaupun tanpa hisab dan mizan.
Hanya saja, Allah dengan hikmah-Nya yang sempurna berkehendak menunjukkan keadilan-Nya di hadapan seluruh makhluk-Nya.
Berdasarkan kitabullah dan sunnah Rasulullah, yang akan ditimbang dengan mizan itu di akhirat adalah:
*1⃣Amalan yang baik dan yang buruk*
Allah berfirman:
“Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka.
Barang siapa yang melakukan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
Barang siapa yang melakukan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.”
(az-Zalzalah: 6—8)
✴Rasulullah bersabda:
كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ، خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ
“Dua kalimat yang dicintai ar-Rahman yang keduanya ringan dalam ucapan, tetapi berat di dalam timbangan (di akhirat); yaitu, ‘Subhanallah wa bihamdihi dan subhanallahil ‘azhim’.”
(Muttafaqun alaih dari Abu Hurairah)
*2⃣Catatan-Catatannya*
Hal ini berdasarkan hadits bithaqah yang masyhur yang telah disebutkan sebelumnya.
*3⃣Orangnya*
Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah, dari Rasulullah, beliau bersabda:
“Sungguh, pada hari kiamat akan datang seseorang yang gemuk dan besar. (Kemudian dia ditimbang),
ternyata beratnya di sisi Allah tidak lebih dari berat sehelai sayap nyamuk.” Beliau berkata, “Bacalah, ‘Maka Kami tidak akan menegakkan bagi mereka timbangan pada hari kiamat.’
(al-Kahfi: 105).”
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “Ada tiga hal yang akan ditimbang: amal, orang yang beramal, dan catatan amal.
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
Komentar
Posting Komentar