Fenomena Sok Tahu
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Rabu, 24 Muharam 1438
📔Kisah Nyata
*Fenomena Sok Tahu*
🔳Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zayd rahimahullah mengatakan, “Hati-hati! Jangan sampai jadi Abu Syibr (Abu Sejengkal). Sebagaimana telah dikatakan, ilmu itu terdiri dari tiga jengkal (tingkatan): siapa yang baru masuk pada jengkal pertama akan sombong, ketika naik ke jengkal kedua mulai tawaduk (rendah hati), dan siapa yang naik hingga jengkal ketiga ia tahu bahwa dirinya tidak tahu (karena begitu luasnya samudra ilmu).”
Saudaraku, beliau menasihati kita agar tidak istiqomah pada jengkal pertama, ilmu baru sedikit, namun sombongnya amit-amit. Ilmu belum ada, tapi ucapan dan fatwa membahana. Sehingga gelar yang pantas disandang oleh orang seperti ini adalah Abu Syibr alias Abu Sejengkal alias Si Bodoh yang Sombong.
🔇Fenomena sok tahu banyak permasalahan agama banyak menjangkiti para penuntut ilmu. Bahaya terburuk yang dihasilkannya ialah dapat menyeret kepada berkata tentang agama tanpa ilmu. Syaikh Bakr Abu Zayd rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya sikap sok tahu merupakan tangga menuju berkata dalam agama tanpa ilmu.”
Orang yang sok tahu melupakan ilmu dan tidak menjaganya, berusaha menjadi balig padahal belum waktunya, ia gunakan kebaikan untuk melakukan keburukan.
Ibnu Hajar al-‘Asqolani rahimahullah mengatakan: “Bila seseorang berkata tidak sesuai keilmuannya, niscaya ia akan membawa berbagai hal yang luar biasa nyelenehnya.”
Di antara doa al-Hasan al-Basri rahimahullah dahulu adalah, “Ya Allah, aku mengeluhkan kepada-Mu buih kotor ini (yakni fenomena sok tahu).”
Semoga Allah menghindarkan kita dari penyakit buruk yang dapat menyeret kepada berkata tanpa ilmu ini.
✔Bila melihat realita zaman sekarang, banyak sekali kita dapati orang-orang yang sok pintar dan sok tahu. Sekiranya kita berusaha mengumpulkannya, maka akan dapat tersusun dalam beberapa jilid kitab tebal. Sekiranya fenomena sok tahu tersebut dalam urusan dunia, maka itu masih ringan. Namun, yang sangat disayangkan dan begitu menyedihkan, ternyata fenomena nyata tersebut banyak terjadi dalam urusan agama dan perkara akhirat. Hanya kepada Allah kita banyak-banyak beristighfar.
Yang akan disampaikan di sini adalah beberapa kisah sok tahu dari orang-orang dahulu –lalu bagaimana di zaman sekarang?!!- yang tercatat rapi di dalam kitab-kitab para ulama. Semoga kita dimudahkan untuk mengambil pelajaran darinya.
*Kisah Pertama: Mufti Khunfusyar*
🚸Singkat cerita, dahulu ada seorang mufti yang memberi fatwa kepada setiap orang yang bertanya kepadanya tanpa bimbang ragu. Orang-orang yang sezaman dengannya memperhatikan fenomena itu, hingga akhirnya mereka sepakat untuk mengujinya dengan membuat kata baru yang tidak ada asal-usulnya, yakni “KHUNFUSYAR” lalu mereka bertanya kepada fulan ini tentang maknanya. Ternyata, ia langsung menjawabnya: (Khunfusyar) adalah tumbuhan berbau harum yang tumbuh di ujung-ujung kota Yaman, bila unta memakannya niscaya air susunya menjadi lebih kental.
🔊Seorang pujangga dari Yaman berkata:
Sungguh, kecintaan mereka telah mengikat hatiku
sebagaimana khunfusyar mengentalkan air susu
Dawud al-Anthoki berkata di dalam kitab at-Tadzkiroh-nya demikian dan demikian, fulan ini dan fulan itu berkata demikian, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda …. .
Sampai di sini (sebelum membuat hadis Nabi) orang-orang yang bertanya itu menyuruh Mufti Khunfusyar ini berhenti. Mereka berkata: “Engkau telah berdusta atas nama fulan ini dan itu! Jangan sampai engkau berdusta atas nabi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam!”
♻Waduh, inilah kecerdasan yang keblinger. Fatwa keluar mengalir begitu saja, dengan mudah membawakan sebuah bait syair dan ucapan ulama, bahkan hampir saja berdusta atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan dari kecerdasan yang keblinger ini.
🔰al-Majmuu’ah al-‘Ilmiyyah cetakan Dar al-‘Ashimah, yang berisi lima risalah karya Syaikh Bakr
والله تعالى أعلم.
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
❔Jawab:
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أَلَا إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ افْتَرَقُوا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ: ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَهِيَ الْجَمَاعَةُ
“Ketahuilah sesungguhnya umat sebelum kalian dari Ahli Kitab berpecah belah menjadi 72 golongan, dan umatku ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan. 72 golongan di neraka, dan 1 golongan di surga. Merekalah Al Jama’ah”
(HR. Abu Daud 4597, dihasankan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
عليكم بالجماعة ، وإياكم والفرقة ، فإن الشيطان مع الواحد وهو من الاثنين أبعد .من أراد بحبوحة الجنة فليلزم الجماعة .ن سرته حسنته وساءته سيئته فذلكم المؤمن
“Berpeganglah pada Al Jama’ah dan tinggalkan kekelompokan. Karena setan itu bersama orang yang bersendirian dan setan akan berada lebih jauh jika orang tersebut berdua. Barangsiapa yang menginginkan bagian tengah surga, maka berpeganglah pada Al Jama’ah. Barangsiapa merasa senang bisa melakukan amal kebajikan dan bersusah hati manakala berbuat maksiat maka itulah seorang mu’min”
(HR. Tirmidzi no.2165, ia berkata: “Hasan shahih gharib dengan sanad ini”)
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Rabu, 24 Muharam 1438
📓100 Hadits Sehari-Hari Seri 2
*Tunaikanlah Amanah*
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
أدِّ الأمانةَ إلى من ائتمنكَ، ولا تخنْ من خانك. أخرجه أبو داود والترمذي.
Dalam berinteraksi dengan sesama manusia, suatu amanah (kepercayaan) merupakan nilai plus dari sekedar perkenalan.
🚹Kelanggengan suatu perkenalan amat bergantung pada kepercayaan masing-masing pihak dalam berinteraksi.
Seiring berjalannya waktu dan krisis akhlak yang terjadi, amanah amat sulit diperoleh.
Tidak sedikit orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan kepercayaan tersebut.
🖲Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa sangat sedikit orang yang menilai amanah sebagai suatu tanggung jawab besar -dari pemberi amanah- yang wajib ditunaikan oleh orang yang diberikan amanah tersebut.
Dan sebagai seorang muslim yang taat kepada Allah & Rasul-Nya, selayaknya kita melihat tuntunan Islam dalam memelihara suatu amanah.
*✏Memelihara amanah merupakan satu diantara ciri-ciri orang yang beruntung*
Allah Ta'ala berfirman :
(قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ .... وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ)
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman ... Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya."
[Qs. Al-Mukminun : 8]
✳Dan seseorang yang diberikan amanah, maka ia wajib menunaikan amanahnya dengan sebenar-benarnya.
Allah Ta'ala berfirman :
(إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا)
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,"
[Qs. An-Nisa : 58]
🏮Dan bila ia sering mengabaikan amanah yang telah diberikan, maka dirinya -dikhawatirkan- terkena penyakit kemunafikan.
Rasulullah ﷺ bersabda :
آية المنافق ثلاث : إذا حدث كذب ، وإذا وعد أخلف ، وإذا اؤتمن خان
"Ciri orang munafik ada tiga : dusta dalam berbicara, ingkar atas janji yang dibuat, dan khianat terhadap kepercayaan yang diberikan."
(HR. al Bukhari dan Muslim)
✅Dalam hadits -pembahasan- diatas, selain diperintahkan untuk menunaikan amanah, kita juga dibimbing untuk tidak membalas pengkhianatan orang yang berbuat khianat kepada kita.
Karena khianat adalah akhlak tercela dan ia tetap tercela dalam setiap kondisi dan waktu.
Bahkan, khianat menjadi sebab pelakunya tidak mendapatkan hidayah dari Allah. Allah Ta'ala berfirman :
(وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ)
"Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat."
[Qs. Yusuf : 52]
💍Semoga Allah senantiasa memberikan taufik-Nya kepada kita semua, agar kita diberi kemudahan dalam menunaikan amanah yang sedang kita pikul masing-masing, khususnya amanah ketaatan kepada Allah & Rasul-Nya, berbakti kepada kedua orang tua, mengayomi keluarga, menyayangi kerabat, menjaga rahasia-rahasia yang dipercayakan kepada kita, dan amanah lainnya.
والله تعالى أعلم.
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Selasa, 23 Muharram 1438
📙Al Wajiz fii Aqidah Salafush Sholih Ahlus Sunnah wal Jama'ah
https://archive.org/details/aqidah-salaf-ahlus-sunnah-wal-jamaah-cover
*Jama’ah Secara Istilah (Terminologi)*
✅Yaitu kaum Muslimin. Mereka adalah pendahulu ummat ini dari kalangan
para Sahabat, Tabi’in dan orang-orang yang mengikuti jejak kebaikan
mereka sampai hari kiamat; mereka berkumpul berdasarkan al-Qur’an dan
as-Sunnah dan berjalan sesuai dengan yang telah ditempuh oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam baik secara lahir maupun batin.
Allah Ta’ala telah memerintahkan kaum Mukminin dan menganjurkan
mereka agar berkumpul, bersatu, dan tolong menolong. Allah melarang
mereka dari perpecahan, perselisihan, dan permusuhan. Allah berfirman:
‚Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah
kamu bercerai berai…‛
💍QS. Ali-‘Imran: 103
Dia berfirman pula:
‚Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih
sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka…‛
💍QS. Ali ‘Imran: 105
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
‚Sesungguhnya agama ini akan terpecah menjadi 72 (golongan), 79
tempatnya di dalam Neraka dan satu tempatnya di dalam Surga, yaitu ‘alJama’ah.‛
🛂Shaiih Sunan Abi Dawud oleh syaikh al-Albani
Beliau juga bersabda:
‚Hendaknya kalian bersatu dan janganlah bercerai-berai. Sebab
sesungguhnya syaitan itu bersama seorang yang sendirian sedangkan dia
dari dua orang akan lebih jauh. Barangsiapa menginginkan di tengahtengan Surga, hendaknya ia berjamaah (bersatu)!‛
🛂HR. Ahmad dalam Musnad-nya dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam kitab Sunnah karya Ibnu Abi ’Ashim
📍Seorang Sahabat yang mulai bernama ‘Abdullah bin Mas’ud
Radhiyanllahu’anhu berkata :
‚Al-Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau
sendirian.‛
🛂Diriwayatkan oleh al-Lalika-i dalam kitabnya, Syarh Ushuul
I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah
🔰Jadi, Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mereka yang berpegang teguh
pada sunnah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, para
Sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti jejak dan jalan mereka, baik
dalam hal ‘aqidah, perkataan, maupun perbuatan, juga mereka yang
istiqomah (konsisten) dalam ber-ittiba’ (mengikuti sunnah Nabi shalallahu
‘alaihi wa sallam) dan menjauhi perbuatan bid’ah.
💪🏻Mereka itulah golongan yang tetap menang dan senantiasa ditolong oleh Allah sampai hari kiamat.
Oleh karena itu, mengikuti mereka (Salafush Shalih) berarti mendapatkan
petunjuk, sedangkan berselisih terhadapnya berarti kesesatan.
🌏Apabila bermanfaat silakan di-share kepada sanak saudara dan lainnya
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 08384005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Selasa, 23 Muharram 1438
💟Nikah dan Rumah Tangga
*Adakah cinta sejati dan cinta suci? Cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?*
⚛Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun.
*Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.*
🅾Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang.
💪🏻Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.
🖐🏻Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?
👞Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.
💍Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
👑Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
❤Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda.
Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya.
Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot.
Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?
🛂Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga.
Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi.
Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu.
✅Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:
📍Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu
📢Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya:
bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.
🎁Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.
⛱Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian.
Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain.
Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.
❗Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”
📳Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak).
Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna.
Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim.
Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya.
Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.
Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:
“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya.
📙Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559
❓Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi?
Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?
_🌷Wallahu a'lam_
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Senin, 22 Muharram 1438
🔊 Hafal 100 Hadits Sehari-Hari Jilid 2
*Allāh Tidak Melihat Penampilan & Harta-Harta Kalian*
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : إن الله لا ينظر إلى صوركم وأموالكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم. أخرجه مسلم (٤٦٥١).
🎁Keindahan jasad dan harta melimpah yang dimiliki oleh seseorang bukanlah tolak ukur kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Jasad dan harta akan segera sirna dan tidak bisa dibangga-banggakan lagi tatkala maut menjemput. Itulah 'stasiun perhentian' keduanya. Dan dikala itu, tidak ada lagi yang bisa diandalkan selain iman dan amal shalih selama di dunia.
⛱Iman dan amal shalih ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang didalam dirinya terdapat suatu keimanan, pasti akan berefek pada amal perbuatannya yang senantiasa baik. Begitupula seseorang yang senang beramal shalih, dia terdorong melakukannya karena keimanan yang ada dalam dirinya.
✂Mungkin ada yang bertanya : tidak sedikit orang kafir yang berbuat baik, apakah itu berarti mereka beriman ? Jawabnya : tidak, karena ia melakukannya atas dasar rasa kemanusiaan, bukan keimanan.
📍Hadits ini juga mengajarkan kita agar senantiasa ikhlas dan ittiba' dalam beribadah kepada Allah. Berusaha ikhlas dalam beramal karena Allah menilai niat yang ada didalam hati. Berusaha ittiba' karena Allah juga menilai tata cara ibadah yang diperbuat, sudahkah sesuai dengan petunjuk rasul-Nya atau belum. Ikhlas dan ittiba', keduanya merupakan dua syarat diterimanya suatu amalan.
🚩Allah Ta'ala berfirman :
(فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا)
"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
[Qs. Al Kahfi : 110]
والله تعالى أعلم.
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Senin, 22 Muharram 1438
📔Buku Saku Etika Makan dan Minum
*Berlebih-lebihan dalam segala sesuatu adalah tercela dan dilarang*
Apalagi dalam masalah makanan dan minuman. Allah berfirman:
( ﻭَﻛُﻠُﻮﺍ ﻭَﺍﺷْﺮَﺑُﻮﺍ ﻭَﻻ ﺗُﺴْﺮِﻓُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻪُ ﻻ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﺴْﺮِﻓِﻴﻦَ ) ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ : 31
" Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)
📢❗Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam mengkonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuknya. Kalau memang tidak ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya."
(HR. Tirmizi, no. 2380, Ibnu Majah, no. 3349, dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab shahih Tirmizi, no. 1939)
*Berlebih-lebihan dalam makanan dan minuman mengandung banyak keburukan*
Di antaranya, setiap kali manusia menikmati kebaikan-kebaikan di dunia, maka bagiannya di akhirat akan berkurang. Diriwayatkan oleh Hakim dari Abu Juhaifah radhiallahu ’anhu , dia berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺇِﻥَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺷِﺒَﻌًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﺟُﻮﻋًﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
“Sesungguhnya orang yang paling banyak kenyang di dunia, mereka adalah orang yang paling lapar di hari kiamat”.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Dunya, dengan tambahan tambahan: Maka Abu Juhaifah tidak pernah makan memenuhi perutnya (kekenyangan) sampai meninggal dunia. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab As-Silasilah As-Shahihah , no 342)
📢Umar radhiallahu ’anhu berkata: “Demi Allah, kalau saya mau, saya yang akan memakai pakaian yang paling lembut dan makanan yang paling enak serta kehidupan yang paling bergengsi. Akan tetapi saya mendengar Allah Azza Wa Jalla mengazab suatu kaum karena melakukan suatu perkara, sebagaimana Allah berfirman:
( ﺃَﺫْﻫَﺒْﺘُﻢْ ﻃَﻴِّﺒَﺎﺗِﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺣَﻴَﺎﺗِﻜُﻢُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﺳْﺘَﻤْﺘَﻌْﺘُﻢْ ﺑِﻬَﺎ ﻓَﺎﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺗُﺠْﺰَﻭْﻥَ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟْﻬُﻮﻥِ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻔْﺴُﻘُﻮﻥَ ) ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻷﺣﻘﺎﻑ : 20 ، ﺣﻠﻴﺔ ﺍﻷﻭﻟﻴﺎﺀ، 1/49
"Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik." (QS. Al-Ahqaf: 20)
📌Hilyatul Aulya , 1/49
*Keburukan berikutnya, hal itu akan menyibukkan seseorang dari melakukan ketaatan seperti membaca Al-Qur’an Al-Karim*
padahal membaca Al-Quran yang selayaknya yang menjadi kesibukan seorang muslim di bulan yang mulia ini sebagaimana kebiasaan kaum salaf (orang saleh zaman dahulu). Maka akan anda dapatkan seorang wanita menghabiskan waktu siang hari untuk mempersiapkan makanan, dan menghabiskan malam hari untuk mempersiapkan kue-kue dan minuman.
*Keburukan lainnya, jika seseorang kebanyakan makan, maka akan malas dan banyak tidur sehingga banyak kehilangan waktunya*
Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata:
“Kalau anda ingin badan sehat dan tidur sedikit, maka sedikitkan makanan anda.”
Keburukan lainnya, bahwa kebanyakan makan akan mewariskan hati yang lalai. Dikatakan kepada Imam Ahmad
rahimahullah : “Apakah seseorang akan akan memiliki hati yang lembut (mudah tersentuh) sementara dia dalam kondisi kenyang?.”
(beliau) menjawab: Saya tidak melihat itu. Menurutnya kondisi seperti itu tidak akan terjadi.
_Wallahu’alam_
_Wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam_
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Senin, 22 Muharram 1438
📔Pendidikan Anak dalam Islam
*💡 MENDIKTEKAN ANAK-ANAK SEJAK KECIL*
✍ Fadhilatus syaikh Al-'Allamah Sholeh Al-Fawzan -hafizhohulloh- :
❝ Adalah metode kaum Salaf yang shaleh: mereka mentalqin (membacakan dan mendiktekan) kepada anak-anak dari kecil, dan mereka ajarkan kepada anak-anak aqidah, fiqih hingga mereka tumbuh di atas pendidikan tersebut; karena anak kecil menghafal terhadap apa yang disampaikan kepadanya lebih banyak dari orang dewasa...
⏱ Dan demikianlah seharusnya bagi muslimin di keumuman waktu: agar mereka memberikan perhatian kepada anak-anak kecil mereka dan mentalqin anak-anak aqidah dan fiqih,
🚫 berbeda dengan apa yang disebutkan oleh para praktisi pendidikan dari barat hari ini dalam ucapan mereka: "sesungguhnya anak-anak tidak boleh diberi pelajaran bagi mereka sedikitpun dari materi agama; karena mereka tidak akan dapat memikul beban tersebut,"
🔥 dan ini adalah TIPU MUSLIHAT untuk menjadikan anak-anak muslimin tumbuh berkembang di atas kebodohan terhadap agama mereka dan aqidah mereka, [maka hendaknya memperhatikan yang demikian]. ❞
📜 Syarah Muqoddimah Ibnu Abi Zaid Al-Qoyrowani Al-Malikiy -rahimahullah-.
_Wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam_
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Ahad, 21 Muharram 1438
📔FIQIH | Mandi Wajib
*TIDAK PERLU MEMANDIKAN POTONGAN RAMBUT ATAU RAMBUT RONTOK*
❗Tidak terdapat riwayat yang melarang wanita haid untuk memotong kuku maupun rambut.
Demikian pula, tidak terdapat riwayat yang memerintahkan agar rambut wanita haid yang rontok utnku di cuci bersamaan dengan mandi pasca haid.
Bahkan sebaliknya, terdapat riwayat yang membolehkan wanita haid untuk menyisir rambutnya.
Padahal, tidak mungkin ketika wanita yang menyisir rambutnya, tidak ada bagian rambut yang rontok.
🔰Disebutkan dalam hadis dari A’isyah, bahwa ketika Aisyah mengikuti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesampainya di Mekkah beliau mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
…..دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي
_“Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah…”_
(HR. Bukhari 317 & Muslim 1211)
❗Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan A’isyah yang sedang haid untuk menyisir rambutnya.
Padahal beliau baru saja datang dari perjalanan.
Sehingga kita bisa menyimpulkan dengan yakin, pasti akan ada rambut yang rontok.
*Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyuruh A’isyah untuk menyimpan rambutnya yang rontok untuk dimandikan setelah suci haid.*
⚠Hadis ini menunjukkan bahwa rambut rontok atau potong kuku ketika haid hukumnya sama dengan kondisi suci.
*Artinya, tidak ada kewajiban untuk memandikannya bersamaan dengan madsi haid.*
Jika hal ini disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan jelaskan kepada A’isyah agar menyimpan rambutnya dan memandikannya bersamaan dengan mandi haidnya.
*LEBIH BAIK DIKUBUR*
🔰Imam Ahmad pernah mengatakan, “Boleh mengubur rambut dan kuku. Namun jika tidak dilakukan, kami berpendapat, tidak mengapa.” Keterangan beliau ini diriwayatkan oleh al-Khallal dalam At-tarajjul, hal. 19.
📌Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang hukum mengubur kuku dan rambut setelah dipotong. Beliau menjawab,
“Sebagian ulama menjelaskan bahwa mengubur kuku dan rambut itu lebih baik. Dan terdapat keterangan dari perbuatan sebagian sahabat tentang ini. Sementara (anggapan) bahwa membiarkannya di luar atau membuangnya ke tempat tertentu termasuk perbuatan dosa, maka ini adalah anggapan yang tidak benar.”
_(Majmu’ Fatawa Ibn Utsaimin, 11/ pertanyaan no. 60)_
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
🌏Belajar melalui WhatsApp
🗓Ahad, 21 Muharram 1438
📔Bahasa Arab Pemula
*BILA MALAS BELAJAR, SERUPA DENGAN MEREKA*
❓Apa Tafsir QS. al-Maidah ayat 51
Inilah uniknya meskipun orang kafir sekalipun, mereka bisa memahami pesan yang ada dalam al-Qur’an.
Meskipun mereka ndableg, dan tidak mau menerimanya.
Mereka kufur kepada seluruh isi al-Quran. Ini dalil bahwa sebenarnya hujjah (bukti kebenaran) telah sampai kepada mereka.
Hanya saja mereka tidak memiliki hidayah taufiq, sehingga mereka tidak mau mengamalkannya.
🔰Tidak perlu berpanjang lebar. Hanya ingin mencamtumkan riwayat dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu.
Dari Sammak bin Harb, dari Iyadh,
📢Umar memerintahkan Abu Musa al-Asy’ari untuk melaporkan semua yang diterima dan yang diserahkan dalam satu catatan.
Abu Musa memiliki juru tulis beragama nasrani. Kemudian catatan itu diserahkan.
Dan Umar radhiyallahu ‘anhu terheran, beliau mengatakan, “Ini sangat rinci.” Lalu beliau meminta,
“Apakah nanti di masjid, kamu bisa membacakan untuk kami, surat yang datang dari Syam?”
🔊Abu Musa mengatakan, “Dia tidak boleh masuk masjid?”
Tanya Umar, “Mengapa? Apakah dia junub?”
“Bukan, dia nasrani.” Jawab Abu Musa.
📛Umar langsung membentakku dan memukul pahaku, dan mengatakan, “Keluarkan dia.”
kemudian beliau membaca firman Allah,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim..”
(QS. Al-Maidah: 51)
*Riwayat ini disebutkan oleh Ibnu katsir dalam tafsirnya (3/132)*
⛔Umar melarang, jangan sampai orang kafir menjadi pejabat yang memiliki posisi di pemerintahan.
Sekalipun dia hanya seorang akuntan negara.
⚠Apakah kalian tidak resah, bahkan apakah sangat kesal jika membaca stiker bertuliskan "English First".
Begitu banyak dan mudahnya kita menemukan stiker-stiker semacam itu.
Kami meyakini bahwa stiker-stiker semacam itu menjadi bagian dari skenario dan propaganda besar untuk memerangi umat Islam.
*Kenapa demikian?*
💠Bahasa Islam dan bahasa umat Islam adalah bahasa Arab. Al Qur'an sebagai petunjuk, pedoman hidup dan kitab suci kita, diturunkan Allah dengan berbahasa Arab. Nabi Muhammad Shallallohu'alaihi wasallam menyampaikan arahan dan tuntunan juga berbahasa Arab.
Selain itu -dari banyak aspek-, bahasa Arab memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan bahasa lainnya.
❗Untuk memahami Islam dengan benar, memahami Al Qur'an dan As Sunnah, kemampuan berbahasa Arab adalah salah satu syarat mutlak. *Tidak bisa ditawar! Tidak mungkin dikesampingkan!*
🛃Lemah berbahasa Arab, apalagi tidak memahami sama sekali, akan mengakibatkan sulit memahami Islam secara maksimal. Bahkan, para ulama menjelaskan bahwa kesesatan berpikir dan penyimpangan dalam pemahaman Islam, sangat dipengaruhi oleh ketidak-mampuan berbahasa Arab dengan baik.
〽Kemunduran atau kemajuan kualitas generasi muda Islam cukup ditentukan oleh seberapa besar perhatian kita terhadap bahasa Arab. Generasi muda Islam cenderung berbangga diri dan berlomba-lomba untuk menguasai bahasa asing yang tidak bersentuhan secara langsung dengan praktik ibadah kita.
🎦Ada isu-isu yang diblow-up untuk mengecilkan kedudukan bahasa Arab. Kadang disebut paham arabisme yang tidak mendukung nasionalisme.
Kenapa bahasa-bahasa asing lainnya tidak disebut demikian juga?
*Kadang dikesankan bahasa Arab itu rumit dan sulit. Siapa bilang? Karena kita kurang perhatian dan kurang serius saja.*
🔦Lihat saja! Bimbingan belajar, kelas privat, tayangan media massa, tulisan-tulisan di berbagai produk, banyak menggunakan bahasa Inggris, misalnya. Sehingga penyebarannya yang bersifat massif, membuat bahasa Inggris lebih mudah dicerna.
Duh, andai bahasa Arab juga dikelola sedemikian juga!!!
*Apalagi, Allah telah menegaskan bahwa bahasa Arab itu mudah.*
🗝Melalui forum ini, kami sebatas ingin membantu menyadarkan kita bahwa selama ini kita terlalu jauh berpaling dan meninggalkan kewajiban untuk mempelajari bahasa Arab.
*💰Coba saudara renungkan!*
Dulu berapa banyak waktu dihabiskan, biaya dikeluarkan dan semangat dikerahkan untuk belajar bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Perancis, bahasa Jerman atau bahasa-bahasa lainnya.
*Itu sebuah cacat masa lalu yang harus disembuhkan dan dihilangkan dengan sekarang bersemangat belajar bahasa Arab.*
🏁Marilah membuat dan menetapkan target bahwa dalam satu tahun ke depan, pondasi dasar dan pilar-pilar utama bahasa Arab telah kita kuasai. Untuk kemudian di tahun selanjutnya, kita membuat target yang lebih maksimal.
🔐Ingat, seorang hamba akan kesulitan menemukan dan merasakan khusyuk di dalam shalat, jika tidak mengerti bahasa Arab. Barangkali inilah faktor kenapa kita tidak dapat merasakan lezat dan nikmatnya shalat serta ibadah lainnya. Sebab, kita sendiri kurang memahami apa yang kita ucapkan di dalam shalat.
*Semangat dan bangkit untuk belajar bahasa Arab!*
📢Program Bahasa Arab Dasar GRATIS Intensif Sepekan insyaAllah di bulan depan. Bagi yang berminat silakan Daftar
📌Semoga Allah senantiasa membantu dan memudahkan jalanmu, wahai saudaraku di jalan Allah.
Ya Rabb kami, jauhkan kami dari kehadiran pemimpin kafir di tengah kami.
Dan jauhkan kami dari komplotan munafiqun, yang selalu berdusta atas nama-Mu.
Lindungi kami dari konspirasi mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
_Wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam_
🌏Belajar melalui WhatsApp
BMW#nama#usia#jenis kelamin#alamat#aktivitas
kirim ke 083840005023
Komentar
Posting Komentar