Bagaikan Setetes Madu Dan Seekor Semut Kecil
[ 💌 Bagaikan Setetes Madu Dan Seekor Semut Kecil 💌 ]
Setetes madu jatuh di atas tanah
Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut. . .
Hmmm... manis. Lalu dia beranjak hendak pergi.
Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi. .
Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya.
Dia pikir, kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya, lagi dan lagi. .
Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu.
Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan
tanah.
Dan... Tentu saja tak bisa bergerak. .
Malangnya, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu.
Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab
"Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu.
Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat.
Namun siapa yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa."
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Al- An'am : 32)
Semoga bermanfaat...
(Nailul Authar)
[ 💌 Memulai Hal Baik 💌 ]
Bismillah
Dakwah adalah sebuah perjalanan panjang yang takkan pernah sepi dari rintangan dan cobaan bagi mereka yang melaluinya. Usianya lebih panjang dari penyeru dakwah itu sendiri. Para Rosul dan Nabi yang telah merintis dan melaluinya telah memberikan banyak pelajaran bagi mereka yang meneruskan estafet dakwah ini. Al-Quranpun telah mengabadikan risalah panjang ini
Rintangan dan ujian dalam berjuang di jalan dakwah adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari bahkan lari darinya. Ia pasti akan menghampiri, jangan pernah berhenti, karena para nabi dan pengikutnya tak pernah berhenti ataupun lemah karena rintangan ini
Nabi Nuh telah menghadapi cacian kaumnya, nabi Ibrahim dibakar dalam nyala api, nabi Isa dimusuhi, bahkan nabi Muhammad mendapat ancaman dibunuh setelah sering kali mendapat cacian, hinaan dan penyiksaan. Tak ada satupun dari mereka yang bergeming, ataupun lemah lalu berhenti dalam dakwahnya kecuali tetap kokoh dan semakin gigih dalam mengajak untuk menyembah Allah Ta’ala semata
Akankah kita berhenti hanya karena sebuah rintangan yang tak berarti?
Tak ada yang terlalu buruk untuk memulai hal baik dan tak ada yang terlalu baik tuk boleh berhenti dari berkebaikan.
Ust. Salim A. Fillah
[ 💌 Amalan Istimewa Di Hari Jum’at 💌 ]
Berikut ini beberapa amalan istimewa di hari Jum'at
1. Membaca surat al-Kahfi pada malam Jum'at. Bila tidak sempat membacanya di malam hari boleh membacanya disiang hari. (HR. Ad-Darimi, An-Nasa'i, Al Hakim)
2. Membaca surat As-Sajdah dan surat Al-Insan secara sempurna pada dua rakaat shalat Shubuh (HR. Bukhari dan Muslim dan yang lainnya)
3. Memperbanyak shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. (HR. Abu Dawud)
4. Laki-laki wajib melaksanakan shalat Jum'at. (Lihat: Syarh al-Mumti': 5/7-24)
5. Dianjurkan mandi besar (HR. Muslim)
6. Memakai wewangian, bersiwak atau menggosok gigi, serta mengenakan pakaian yang paling baik. (HR. Ahmad)
7. Berangkat lebih awal menuju masjid. (HR. Muttafaqun 'alaih)
8. Saat menunggu kedatangan khotib/imam, dianjurkan untuk menyibukkan diri dengan shalat, shalawat, dzikir maupun membaca Al-Qur'an.
9. Dianjurkan mendekat kearah khatib untuk mendengarkan khutbah. (HR. Abu Dawud)
10. Dianjurkan juga menghadapkan wajah ke arah khotib saat khutbah sedang berlangsung. (HR. Abdurrazzaq dan Al-Baihaqi)
11. Wajib mendengarkan khutbah dengan seksama. Bagi siapa yang sibuk sendiri dengan bermain kerikil atau berbicara pada saat khutbah sedang berlangsung, maka jum'atnya sia-sia. (Muttafaqun 'Alaih)
12. Saat masuk masjid disunnahkan mengerjakan shalat dua rakaat terlebih dahulu sebelum duduk mendengarkan khutbah. Hal ini berlaku sekalipun khutbah sedang berlangsung. (HR. Muslim)
13. Setelah menunaikan sholat jum'at disunnahkan mengerjakan shalat sunnah dua rakaat atau empat rakaat dengan dua kali salam. (HR.Muslim)
14. Berdoa di penghujung hari Jum'at. (Muttafaqun 'Alaih)
Demikian Semoga bermanfaat.
(Ustadz Aan Chandra Thalib)
[ 💌 Licin dan Menggelincirkan 💌 ]
Dari Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu anhu, dalam sebuah potongan hadits yang panjang, beliau menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, kemudian didatangkanlah jembatan, dan dibentangkan di antara dua punggung neraka jahannam. Kami (para sahabat) bertanya,
Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk jembatan itu. Rasulullah menjawab, (Jembatan itu) licin dan menggelincirkan. Di atasnya terdapat besi-besi pengait (semacam jangkar, pen.) dan kawat berduri yang ujungnya bengkok. Ia bagaikan pohon berduri di daerah Najd, dikenal dengan pohon Sa’dan. Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu anhu kemudian berkata,
Telah sampai (berita) kepadaku bahwa shirath itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.? (HR. Muslim no. 183)
Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Di kedua sisi shirath terdapat besi pengait yang digantungkan, dan diperintahkan untuk mengait siapa saja yang diperintahkan kepadanya. Maka ada yang terpeleset, namun dia selamat. Dan ada pula yang terjungkir masuk ke dalam neraka. (HR. Muslim no. 195)
(Diariesimage)
[ 💌 Orang Kafir Sebagai Kepala Rumah Tangga 💌 ]
Memilih kepala keluarga yg kafir saja DIHARAMKAN dalam Islam.. Apalagi memilih *kepala daerah yg kafir*.. karena wilayahnya jauh lebih luas, pengaruhnya jauh lebih dahsyat, dan tanggung-jawabnya jauh lebih besar.
Lihatlah bagaimana Allah mengharamkan muslimah memilih suami yg kafir sbg kepala rumah tangga.
"Janganlah kalian menikahkan kaum musyrikin (dg para muslimah) hingga mereka beriman. Sungguh seorang *budak* yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hati kalian. (Karena) mereka itu mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga. [QS. Al-Baqarah 221]
Bahkan ketika ada suami isteri yg kafir, kemudian sang isteri masuk Islam, sedang suaminya tidak mau masuk Islam, maka keduanya harus dipisahkan, sebagaimana Allah firmankan:
"Jika kalian telah mengetahui bahwa (para wanita itu) benar-benar beriman, maka janganlah kalian kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) yg kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu, dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka". [Almumtahanah:11].
Bahkan para ulama Islam telah *ber-ijma'* tentang tidak bolehnya muslimah menikah dg lelaki kafir, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Abdil Barr -rohimahulloh-:
"Ijma' ulama.. bahwa seorang muslimah tidak boleh menjadi isterinya orang kafir". [Attamhid 12/21].
Kaum Muslimin.. menjadikan orang kafir sebagai kepala rumah tangga saja Allah haramkan, apalagi menjadikan orang kafir sebagai kepala daerah!!
Semoga bermanfaat..
Silahkan dishare..
(Ustadz Musyaffa Ad Dariny)
[ 💌 Anak Jangan Durhaka, Orang Tua Jangan Terlalu Sayang Sekali 💌 ]
Anak kadang kurang perhatian dengan orang tuanya, lupa dengan kesibukannya bahkan bisa jadi durhaka kepada orang tuanya. Karenanya Islam sangat meotivasi agar berbakti kepada orang tua.
Sebaliknya orang tua terkadang terlalu sayang sekali kepada anak mereka, terkadang mengikuti saja mau anak padahal itu tidak baik bagi agama maupun dunianya. Karenanya Islam mengingatkan para orangtua bahwa anak bisa menjadi fitnah/ujian.
Motivasi Islam agar anak berbakti kepada orang tuanya
Sangat banyak anjuran terkait hal ini, terutama ketika orang tua sudah memasuki usia senja. “Perhatikanlah wahai para anak, waktu mencari rezeki lebih panjang dari usia orang tuamu, bahagiakan mereka dengan waktu yang tersisa”
Perhatikanlah berikut ini wahai para anak
1.Perintah berbakti urutan kedua setelah perintah bertauhid kepada Allah[1]
2.Ridha Allah tergantung ridha orang tua, selama itu dalam ketaatan[2]
3.Berbakti kepada orang tua bisa menghilangkan kesusahan hidup atas izin Allah[3]
4.Durhaka kepada orang tua adalah dosa terbesar kedua setelah syirik mempersekutukan Allah[4]
5.Celaka bagi anak yang mendapati orang tuanya masih hidup tetapi ia tidak bisa masuk surga karena tidak berbakti[5]
Peringatan bagi orang tua agar anak mereka tidak menjadi fitnah/ujian
Misalnya anak minta dibelikan TV dan game tidak bermanfaat, karena orang sangat sayang, maka dikabulkan atau anak perempuannya tidak menutup aurat, maka ia tidak menasehati bahkan tidak mau tegas kepada anak perempuannya.
(Raehanul Bahraen)
[ 💌 Anak Saya Juga Punya Kelebihan 💌 ]
Sering kita membandingkan anak kita dengan anak orang lain
Anak saya kalah dgn anak lain
Anak saya tidak sepintar anaknya
Yang semuanya merupakan perasaan kurang percaya diri, kelemahan ...
Yang saya yakini ... kesempurnaan hanyalah milik Alloh ta'ala
Boleh jadi anak kita kurang dalam satu hal dibandingkan dgn anak lain, tapi boleh jadi anak kita melebihi anak lain dalam perkara yang lain ... dst
Teruslah belajar, berdoa dan berusaha tuk kebaikan anak kita
(La Ode Abu Hanafi)
[ 💌 Jurang Kebinasaan 💌 ]
Perhatikanlah, sesungguhnya karena lisan seseorang bisa terjerumus dalam jurang kebinasaan. Lihatlah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berikut ketika berbicara dengan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu,
Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu? Jawabku: ya, wahai Rasulullah. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, Jagalah ini. Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan. Maka beliau bersabda, Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka selain ucapan lisan mereka. (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shohih)
Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,
Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam. (HR. Bukhari no. 6478)
Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat. (HR. Muslim no. 2988)
(Rumaysho)
[ 💌 Tawakal Bukan Pasrah Tanpa Usaha 💌 ]
Dari definisi sebelumnya para ulama menjelaskan bahwa tawakal harus dibangun di atas dua hal pokok yaitu bersandarnya hati kepada Allah dan mengupayakan sebab yang dihalalkan. Orang berupaya menempuh sebab saja namun tidak bersandar kepada Allah, maka berarti ia cacat imannya. Adapun orang yang bersandar kepada Allah namun tidak berusaha menempuh sebab yang dihalalkan, maka ia berarti cacat akalnya.
Tawakal bukanlah pasrah tanpa berusaha, namun harus disertai usaha. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memberikan contoh tawakal yang disertai usaha yang memperjelas bahwa tawakal tidak lepas dari ikhtiyar dan penyandaran diri kepada Allah.
Dari Umar bin Al Khaththab radhiyallahu anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310)
Tidak kita temukan seekor burung diam saja dan mengharap makanan datang sendiri. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan permisalan ini, jelas sekali bahwa seekor burung pergi untuk mencari makan, namun seekor burung keluar mencari makan disertai keyakinan akan rizki Allah, maka Allah Ta’ala pun memberikan rizkiNya atas usahanya tersebut.
Penulis: Ummu Hanif Devi Novianti
[ 💌 Ketakutan 💌 ]
Bismillah. Ada macam 'ketakutan' yang zahirnya tidak tampak seperti ketakutan malah keberanian. Tapi aslinya itu adalah ketakutan. Yaitu: jika Anda beringas menggertak padahal tidak perlu sebegitunya. Di antara orang Betawi dulu, ada yang suka memamerkan senjatanya di selipan celana, supaya orang takut padanya. Padahal sejatinya dia sedang menunjukkan ketakutan yang tersembunyi.
Termasuk contoh ketakutan: diinterupsi sedikit, tapi balasnya malah bertubi-tubi dengan segala macam intonasi tinggi. Tampak zahirnya adalah keberanian. Namun justru bagi yang berfikir secara alamiah manusiawi, ini adalah terjemahan ketakutan akan sesuatu.
Banyak orang lemah menutupi kelemahannya dengan memalsukan keberanian.
Maka, mari takutlah pada Allah.
Jika kita tidak takut pada Allah, dan kita menyombongkan diri di hadapan makhluk Allah, lalu melihat banyak orang menyingkir, itu BUKAN karena kita ditakuti akan keberaniannya apalagi dihormati, BUKAN!; melainkan karena menjadi rahasia umum, bahwa kita dikenal sebagai orang sombong yang lemah dan dikenal akan keburukan tingkah.
Ketahuilah, di antara seburuk-buruk manusia di muka bumi adalah manusia yang manusia lainnya sudah pada muak melihat tingkah dan menasehatinya.
Maka, marilah takut pada Allah.
Ustadz Hasan Al-Jaizy.
[ 💌 Manusia Ada 2 Macam 💌 ]
Syaikh Ibrahim Ar Ruhaily berkata: Manusia itu ada dua macam.. Ada yang meninggal dunia kemudian mendapatkan ganjaran pahala setelah kematiaannya, dan ada yang meninggal dunia kemudian menanggung dosa-dosa manusia yang ditinggalkannya.
Semua tergantung perbuatan yang di lakukannya semasa hidup mereka.
Orang yang pertama mencontohkan perbuatan baik lalu mengajak orang lain berbuat kebaikan yang sama, sementara orang yang kedua dihukum karena dosa orang lain. Sebab dia menjadi contoh bagi orang lain dalam perbutan buruk.
Allah Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Artinya: Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak akan mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun. (Hadits riwayat Muslim)
Semoga manfa'at
(Ustadz Aan Chandra Thalib)
[ 💌 5 Karakter Muslim / Muslimah Sejati 💌 ]
Qodirun alal Kasbi
~Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mahu bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala keperluan hidupnya.
Mujahidun linafsihi
~Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan sehingga terlihat baik pada dirinya ataupun orang lain.
Haritsun ala waqtihi
~Efisien dalam memanfaatkan waktu sehingga menjadi seorang yang tidak mensiakan waktu walau sedetik pun.
Munazhom Fii Suunihi
~Tersusun urusannya sehingga kehidupannya menjadi teratur dalam segala hal yang menjadi tanggungjawab dan amanahnya.
Naafiun Li Ghairihi
~Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan diperlukan.
(Wanitasaleha)
[ 💌 Ketika Kritikan Tajam Menyapamu 💌 ]
Kadang ada saja dari masyarakat yang sukanya melempari orang lain dengan batu. Maka bila kamu yang dilempari, baik itu dengan batu koral atau batu kali, maka tangkaplah batu itu dan kumpulkanlah, karena kau membutuhkan batu-batu itu, kemudian bangunlah dengannya sebuah rumah yang indah dan kokoh, bangunlah dengannya tangga menuju kesuksesan dan tidak perlu kau sibuk mengembalikan batu-batuan itu karena hal itu akan merugikanmu dan menghabiskan waktumu tanpa menuai faedah.
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Semoga Allah merahmati seseorang yang menghadiahkan kepadaku, aib-aibku”(HR. Ad Darimi 1/65).
Koreksi dari saudara kita jangan ditanggapi sebagai sebuah kebencian darinya. Kritikan yang dilemparkan jangan selalu dituduh sebagai bentuk iri dan dengki. Jangan kau menyimpan kedengkian terhadapnya, sehingga dadamu sesak dan jantungmu berhenti.
Karena semua itu tidak ada manfaatnya untuk jiwa dan ragamu. Tapi berpandanglah positif, karena memang ada banyak kekurangan pada diri kita yang kadang kita tidak dapat mengetahuinya kecuali dari orang yang memandang kita, dengan begitu kamu akan bisa memperbaiki diri dan hidupmu akan menjadi lebih indah. Karena kritikan dari lawan pada umumnya lebih tepat dan mengenai sasaran daripada pujian dari kawan sendiri.
(Buku Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong, Ustadz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah, hal 101-103)
[ 💌 Aku Milik Suamiku dan Suamiku Milik Ibunya 💌 ]
Seburuk apapun mertua, aku selalu ingat bahwa dia, adalah wanita yang mengandung suamiku dalam kepayahan selama 9 bulan.
Dia, adalah wanita yang air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku. Dia, ialah wanita yang mendidik dan membesarkan suamiku, yang mengajarkan kepada suamiku akhlaq sehingga aku nyaman di sisi suamiku saat ini.
Aku, tidak pernah keluar uang sepeserpun untuk nyekolahin suamiku, hingga ia dapat ijazah, yang sekarang ijazah itu ia gunakan untuk mencari nafkah, untuk menafkahi aku...!
Aku, tidak sedikitpun mendidik suamiku hingga kini ia jadi pria yang penuh tanggung jawab, dan aku merasakan bahagia menjadi istrinya.
Setelah pengorbanannya yang bertubi tubi, anak laki-lakinya menikah denganku, dia bagi kasih sayang anaknya denganku.
Cemburu...?? Pasti dia cemburu. Aku wanita asing, yang kini selalu disayang-sayang oleh anak laki lakinya.
Harta anak laki lakinya tercurah untuk kunikmati, padahal ia yang melahirkan, membesarkan dan mendidik.
Aku memahami cemburu itu, walau aku pun merasakan cemburu ketika suamiku lebih memihak mertuaku.
Aku bukan malaikat yang tidak pernah jengkel dengan mertuaku, dan mertuaku pun bukan malaikat yang selalu kubela.
Adakalanya aku marah, cemburu dan sakit hati. Namun aku ingat semua jasanya pada suamiku, jasa yang sampai akhir hayatpun aku ngga akan mampu membayarnya.
Pada ujung tangisku, terngiang nasehat ibundaku tercinta:
Nak, dukunglah suamimu untuk berbakti pada ibunya. Jangan suruh ia memilih antara kau dan ibunya. Karena, kelak kau akan merasakan bagaimana sakitnya diperlakukan seperti itu oleh anak laki lakimu. Apa yg kau lakukan pada mertuamu, akan dilakukan pula oleh menantumu. Segala sesuatu pasti ada timbal baliknya.
Dan tangisku makin deras.
Oh suamiku, bahagiakanlah orang tuamu semampumu. Semoga kelak anak-anak kita pun membahagiakan kita, sebagai balasan baktimu pada orang tuamu. Mumpung mereka masih hidup, belum tentu pula mereka masih bisa ngerepoti kita.
Ridho Ilaahi karena ridhonya dan murka Ilaahi karena murkanya.....jgn kau patuh kepada yang lain sebelum kau bisa patuh pada ibumu......jgn menjadi anak durhaka.
(Saryanto AbuRuwaifi As Sulaimi)
[ 💌 Tidak Perlu Menyebar Kebahagiaan Di Medsos 💌 ]
Kebahagiaanmu tidak mesti disebarkan di medsos.
Jika engkau sangat menyayangi istrimu tdk mesti kau sebarkan di medsos.
Kasihanilah hati para istri yg lain yg mungkin kurang merasakan cinta dari suaminya.
Bisa jadi para istri semakin membenci suami mereka dan berangan-angan engkaulah yang menjadi suami mereka...
Jika istrimu sangat sholehah bagimu, maka tdk mesti kau sebarkan di medsos, kasihan para suami yg kebetulan istrinya kurang sholehah, jadilah mereka semakin tersiksa dan semakin membenci istri mereka.
Bahkan bisa jadi berangan-angan istrimu menjadi istri mereka.
Bersyukurlah kepada Allah, namun tdk semua kenikmatan dan kebahagianmu harus dipamerkan. Kawatir menyedihkan hati orang lain, dan menumbuhkan hasad pada saudaramu.
(Ustadz Firanda Andirja)
[ 💌 Sungguh Allah Akan Menghinakan Musuh Al Quran 💌 ]
Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah menyabdakan (yg artinya):
"Sungguh dengan sebab Kitab (Alquran) ini, Allah akan mengangkat sekelompok kaum, dan dengannya pula Dia akan merendahkan sekelompok kaum yg lain". [HR. Muslim: 817].
Siapapun yg membela Alquran, Allah akan mengangkat derajatnya.. sebaliknya siapapun yg merendahkannya, Allah akan meruntuhkan martabatnya.
Karena Alquran adalah kalamullah; firman Allah yg Dia jamin penjagaannya dan kemurniannya.. maka merendahkannya berarti merendahkan Allah ta'ala.. Sungguh Dia tidak akan rela dg siapapun yg merendahkannya.. Ingatlah, disamping Allah maha pengampun dan maha penyayang, Allah juga maha kuat perkasa, serta maha pedih siksa dan hukumanNya.
Kaum Muslimin, jadilah pasukan pembela Alquran, sehingga Allah memuliakan kalian.. Dan jangan sampai kalian merendahkan Alquran atau membela orang merendahkannya, sehingga Allah meruntuhkan martabat kalian.
Jangan sampai Anda menjadi pelajaran bagi orang lain.. Tapi, cerdaslah, dan ambillah pelajaran dari orang lain.
Lihatlah orang yg hari ini mencari ketenaran dan kedudukan dg jalan merendahkan Alquran atau membela orang yg merendahkan Alquran, nantinya Allah pasti akan menghinakannya.
Allah azza wajalla telah berfirman (yang artinya):
"Harusnya orang yg menyelisihi perintah RasulNya, takut akan mendapatkan cobaan atau azab yg pedih". [QS. Annur: 63].
[ 💌 Mau Sukses Tapi Kok Tubuh Gak Pernah Capek 💌 ]
Semakin tinggi cita-cita kita semakin sedikit waktu luang dan santai-santai kita. Jangan pernah bermimpi sukses jika tubuh hanya santai-santai saja,
Justru dengan rasa capek berjuang mendapatkan dan cita-cita. Maka kita akan merasakan nikmatnya istirahat. Badan capek malam-mala setelah berusaha dan bekerja keras maka tidru beralas tikarpun sangat terasa nikmat istirahat tersebut.
Karenanya Imam Syafi’irahimahullah berkata,
“Tidak mungkin menuntut ilmu orang yang pembosan, merasa puas jiwanya kemudian ia menjadi beruntung, akan tetapi ia harus menuntut ilmu dengan menahan diri, merasakan kesempitan hidup dan berkhidmat untuk ilmu, maka ia akan beruntung.”
(Tadribur Rawi 2/584, Darut Thayyibah, Syamilah)
Yahya bin Abi Katsir rahimahullahberkata,
“Ilmu tidak akan diperoleh dengantubuh yang santai (tidak bersungguh-sungguh)”
(Jaami’u bayaanil ‘ilmi wa fadhlihi I/348 no.553, Darul Ibnu Jauzi, cet.I, 1414 H, syamilah)
Susunlah terget dan tujuan anda. Buat program dan langkah konkret harian untuk mencapai hal tersebut. Kemudian berusahalah
Atau jika anda memiliki waktu kosong dan luang. Anda bisa sesekali begadang malam hari (ingat ganya sesekali saja) untuk mencapai target dan mengerjakan proyek anda semisal belajar dan lain-lain. Anda juga bisa shalat malam untuk memohon kepada Rabb yang akan mengabulkan doa di saat mustajab tersebut.
Karenanya ada ungkapan Orang Arab
“Barang siapa yang menginginkan cita-cita tinggi maka begadang malam hari”
Mari semangat untuk bercita-cita tinggi dan berupaya. Jangan sampai kita untuk bermimpi saja sudah takut apalagi akan berusaha.
Demikian semoga bermanfaat
(Raehanul Bahraen)
[ 💌 Kesenjangan yang Dianggap Biasa 💌 ]
Jika ia bertemu dengan Ustadz
Iapun segera tersenyum dan tergopoh gopoh menyambutnya dan mengucapkan salam padanya...
Namun ...
Ketika ia bertemu dengan saudaranya yg muslim awam..
Ia pun menjadi sangat " berwibawa " ..
Sehingga tersenyumpun menjadi sulit baginya ..
Dan ucapan salampun menjadi berat bagi lisannya..
Ketika mendengar kabar bahwa sang Ustadz sakit...
Iapun tergopoh gopoh menjenguknya...
Karena begitulah seorang muslim katanya...
Namun ...
Ketika yang sakit adalah seorang muslim yang awam...
Iapun berkata: " Ma'af saya sedang sibuk "
Ketika sang Ustadz bersin dan bertahmid..
Dengan semangat ia membalas " Yarhamukallahu "
Namun...
Ketika yang bersin muslim yang awam dan bertahmid..
Berat lidahnya mengucapkan " Yarhamukallahu"
Ketika Sang Ustadz ditimpa musibah...
Iapun tergopoh gopoh menggalang dan mengumpulkan dana...
Namun...
Ketika musibah menimpa seorang muslim yang awam..
Iapun hanya bisa berkata " Ooh, begitu ya kejadian nya.."
Bahkan..
Ketika seorang muslim yang awam meninggal dunia...
Iapun tidak punya waktu untuk mensholatkan dan mengiringi jenazahnya..
Ketika sang Ustadz memposting sebuah artikel ilmiah..
Maka ia pun ikut meramaikan komentar:
"Ma Sya Allah.. Mantap artikelnya Ustadz "
"Barakallahu Fiik "
"Luar biasa ..Izin share ustadz"
Dll....
Namun...
Ketika seorang muslim yang awam memposting..
Apa yg ia ketahui dari nasehat dan perkataan para ulama..
Iapun enggan untuk membacanya..
Ketika terjadi perbedaan pendapat antara ustadz dan orang biasa,, maka si orang biasa akan di salah kan meskipun kebenaran ada d pihak orang biasa
Duhai...
Kasihannya menjadi orang biasa..
Ingin rasanya orang biasa ini berkata:
"Wahai para Ustadz..
Jangan katakan kepada para jamaah:
Akan tetapi ajarkanlah mereka :
Al-ustadz Abu Rofiq
[ 💌 7 Sunnah Hebat 💌 ]
Beruntunglah kita sebagai hambaNya , karna Allah selalu membuka pintu taubat kepada kita, agar dapat kita meneruskan perjalanan menuju akhirat dengan lebih berkat. Hendaknya kita sekurang-kurangnya selalu menjaga Tujuh Sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam itu adalah:
Pertama:
Tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Pastinya doa mudah termakbul dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah.
Kedua:
Membaca Al-Quran sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Quran terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk apapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.
Ketiga:
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke mesjid, kerana masjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
Keempat:
Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha. Yakinlah, solat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.
Kelima:
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.
Keenam:
Jaga wudhu' terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu'. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, Orang yang selalu berwudhu' senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, diampuni dosa dan sayangi Allah.
Ketujuh:
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.
(Celotehmuslim)
[ 💌 Berubahlah Menjadi Lebih Baik! 💌 ]
Kehidupan ini mengajarkan kepada kita bahwa perubahan itu akan selalu berjalan terus. Berubah dari anak kecil menjadi dewasa,berubah dari tidak bisa menjadi bisa dan begitu juga dengan perubahan yang lainnya.Karena waktu berjalan terus dan perubahan akan selalu mengikutinya.
Tetapi dari sekian banyak perubahan hanya dua yang membedakannya yaitu berubah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Tergantung kita memilih berubah ke arah mana?
Sungguh beruntunglah orang yang senantiasa memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.Dari segi apapun bentuknya.
Banyak kita jumpai seseorang dalam kehidupannya bergelimang dalam dosa tetapi di akhir hayatnya ia khusnul khotimah.
Tidak jarang juga kita jumpai seseorang yang dulunya berjilbab pendek tetapi sekarang begitu anggun dengan jilbab besarnya.
Ingatkah kita dengan beberapa para sahabat dalam kehidupannya sebelum mendapat hidayah adalah seorang penjahat tetapi ketika hidayah merasuk ke dalam relung hatinya ia begitu sholeh dan menjadi panglima perang.
Seringkali kita temui seorang pemuda yang dulunya berfoya-foya tetapi sekarang kita temui begitu sholehnya,terlihat dari raut mukanya dan akhlaknya.
Oleh karenanya tidak ada waktu lagi untuk menunda memperbaiki diri menjadi lebih baik.
Berubahlah menjadi lebih baik!
(Agus Budi Prasetyo)
[ 💌 Pelancar dan Penghambat Rezeki 💌 ]
Kenapa rezeki saya selalu tidak cukup, padahal saya sudah bekerja keras?
Kenapa rezeki saya selalu saja seret?
Pertanyaan di atsa seringkali terlintas di benak seseorang yang hampir merasa putus asa. Padahal jika ia mau mengkoreksi kekurangan yang ada di dirinya, InsyaAllah ia akan menemukan jalan keluar.
Ada nasehat baik dari Ibnul Qayyim rahimahullah, yang menyebutkan:
Empat hal pelancar rezeki:
1. Shalat malam
2. Memperbanyak istighfar di waktu sahur
3. Membiasakan sedekah
4. Berdzikir di pagi dan petang
Empat hal penghambat rezeki:
1. Tidur pagi
2. Sedikit shalat
3. Malas-malasan
4. Sifat khianat
Semoga kita bisa mengamalkannya dan semoga Allah Ta’ala seantiasa memudahkan dan melancarkan jalan rezeki kita, aamiin.
(Ustadz Muhammad Abduh Tausikal)
Komentar
Posting Komentar