Asal Usul Nenek Moyang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam
🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 14 Shafar 1438 H / 14 November 2016 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Sirah Nabawiyyah | Bab 01
🔊 Asal Usul Nenek Moyang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (Bagian 1)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0101
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*ASAL USUL NENEK MOYANG RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU 'ALAYHI WA SALLAM (BAGIAN 1)*
بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السم عليكم ورحمة الله وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ونتوب إليه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Alhamdulillāh, in syā Allāh hari ini kita akan membahas tentang sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berdasarkan Al Qurān dan hadits-hadits Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Karena sesungguhnya mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam merupakan bagian dari agama ini.
Dan para salaf (orang-orang shalih terdahulu) mereka memiliki ihtimām (perhatian besar) dalam mempelajari sejarah/sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Dan banyak nukilan-nukilan dari mereka yang menunjukkan perhatian mereka terhadap sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Contohnya seperti nukilan dari 'Ali Ibnul Husain (anak dari Al Husain bin 'Ali bin Abi Thālib radhiyallāhu 'anhu) yang dikenal dengan Zaynal 'Abidīn. Beliau pernah berkata:
«كنَّا نُعَلَّمُ مغازيَ النَّبي- صلَّى الله عليه وسلَّم - كما نُعَلَّم السُّورةَ منَ القرآنِ»
_"Kami dahulu diajari tentang sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam (tentang peperangan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam) sebagaimana kami diajari tentang surat dalam Al Quran."_
Ini menunjukkan bahwa para salaf dahulu benar-benar mengajarkan tentang sejarah Nabi, tentang peperangan-peperangan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, sebagaimana dahulu mereka mengajarkan tentang surat dalam Al Qurān.
Contohnya juga perkataan Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla:
في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا
_"Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."_
Demikian juga perkataan Ibnul Jauziy rahimahullāh yang menunjukkan perhatian kepada sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, beliau berkata:
رأيت الاشتغال بالفقه وسماع الحديث لا يكاد يكفي في صلاح القلب، إلا أن يمزج بالرقائق والنظر في سير السلف الصالحين.
_"Aku memandang bahwasanya hanya sibuk mempelajari fiqh dan hanya sibuk mempelajari hadits-hadits Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam (yaitu yang berkaitan dengan fiqh) maka tidak cukup untuk membersihkan/memperbaiki hati kecuali digabungkan dengan mempelajari raqāiq (tentang zuhud, tentang masalah hati) dan juga mempelajari sejarah para salafush shālih."_
Perhatikan, ini perkataan yang indah dari Ibnul Jauziy rahimahullāh ta'āla.
Beliau mengatakan bahwasanya, benar kita butuh untuk mempelajari ilmu fiqh dan hadits-hadits Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, mempelajari bagian dari agama ini, akan tetapi ini tidak cukup untuk membersihkan dan meluruskan hati.
Seseorang butuh untuk mempelajari ar raqāiq, mengkhususkan waktu untuk mempelajari zuhud, akhirat. Bahwasanya dunia ini akan sirna, bahwasanya dia akan disidang oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, akan dipanggil oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Maut akan menjemputnya.
Dan juga dia hendaknya mempelajari tentang sirah (perjalanan hidup) orang-orang terdahulu.
Tatkala seseorang mempelajari bagaimana sirah perjalanan orang-orang terdahulu, bagaimana ibadah mereka, bagaimana perjuangan mereka, maka ini akan meluruskan hati seseorang, terutama sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Oleh karenanya diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas radhiyallāhu ta'āla 'anhumā, beliau mengkhususkan waktu untuk mengajarkan sirah. Beliau ahli tafsir (mufassir) shāhabat, orang yang 'alim di kalangan shāhabat, akan tetapi beliau mengkhususkan waktu untuk mengajarkan sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Sebagaimana diriwayatkan oleh 'Ubaidillāh bin 'Uthbah, dia mensifati tentang majlis Ibnu 'Abbas radhiyallāhu ta'āla 'anhumā, beliau berkata:
ولقد كنا نحضر عنده ، فيحدثنا العشية كلها في المغازي
_"Kami menghadiri majlis Ibnu 'Abbas pada suatu sore dan seluruh waktu beliau habiskan untuk mengajarkan tentang sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam (tentang peperangan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam)."_
Artinya, Ibnu 'Abbas radhiyallāhu ta'āla 'anhumā membuat pengajian khusus tentang sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Oleh karenanya mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah perkara yang penting dan termasuk bagian dari agama.
Dan in syā Allāh akan datang penjelasannya lebih lanjut.
Kalau kita perhatikan, sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah sirah yang istimewa. Kita sedang mempelajari seorang tokoh yang tidak sama dengan yang lain.
Memang pernah ada satu buku tentang "Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam dunia". Di situ disebutkan banyak tokoh, bahkan Hittler dimasukan dalam tokoh-tokoh tersebut. Dan penulisnya menjadikan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah nomor satu yang paling berpengaruh. Ada Buddha, Kong Hu Cu dan yang lainnya.
Meskipun dia menjadikan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia, akan tetapi membandingkan sejarah Nabi dengan sejarah orang-orang biasa ini adalah tidak pantas.
Kenapa?
Karena Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah manusia bukan sembarang manusia. Beliau adalah orang yang sangat mulia, yang paling dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Beliau telah mencapai suatu tempat yang tidak pernah dicapai oleh makhluq lain. Tatkala bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla (isrā mi'rāj), tatkala mi'rāj, Beliau naik ke tempat yang sangat tinggi untuk bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla (hampir bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla). Sampai-sampai para shāhabat bertanya:
هَلْ رَأَيْتَ رَبَّكَ قَالَ " نُورٌ أَنَّى أَرَاهُ " .
_"Wahai Muhammad, apakah engkau melihat Rabb-mu?"_
_Nabi berkata:_
_"Ada cahaya, bagaimana saya bisa melihat Allāh Subhānahu wa Ta'āla."_
(HR Muslim nomor 261 versi Syarh Muslim nomor 178)
Artinya, tempat yang sangat dekat dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla, yang tidak ada yang sampai ke tempat tersebut.
Kata para ulama:
"Bahkan Jibrīl 'alayhi wa sallam tidak sampai ke tempat tersebut, hanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam."
Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah sosok yang melihat langsung surga dan neraka.
Dalam hadits-hadits Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam diperlihatkan surga dan neraka oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Nabi pernah melihat surga bukan dengan pandangan hati tetapi melihat langsung, Allāh perlihatkan. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah melihat neraka dengan pandangannya langsung, bukan dengan pandangan hati.
Kita bayangkan bagaimana orang yang pernah diperlihatkan surga dan neraka, bagaimana imannya, bagaimana akhlaqnya, bagaimana mulianya.
Oleh karena itu saya katakan, sejarah Nabi ini bukan tokoh biasa, dia hanya pantas disandingkan oleh para Nabi yang lain.
Adapun dibandingkan dengan Hittler, dengan Buddha, Kong Hu Cu atau tokoh-tokoh yang memang mereka punya sejarah indah tetapi sejarah mereka hanya sedikit.
Berbeda dengan sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, kata para ulama: "Dialah satu-satunya sejarah yang sempurna dari seluruh sisi jenjang kehidupan."
Kalau antum perhatikan sejarah Nabi, lengkap. Dari masa kecilnya, masa mudanya, tatkala sebelum menjadi Nabi, tatkala menjadi Nabi sampai meninggal Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Jarang ada sejarah yang lengkap seperti ini.
Kemudian juga dari sisi setiap kehidupan Beliau adalah pelajaran.
Beliau tatkala masih kecil ada pelajaran yang bisa kita ambil, kita dapatkan. Tatkala Beliau sebelum menjadi Nabi, tatkala Beliau menjadi Nabi, tatkala menjadi kepala keluarga, sebagai ayah, sebagai seorang teman, sebagai pemimpin (kepala negara). Tatkala berperang, tatkala bermuamalah dengan sesama Muslim dan orang-orang di luar Muslim. Semuanya lengkap dalam sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Ini tidak akan kita dapatkan dalam sejarah tokoh-tokoh lain.
Bahkan kita berbicara tentang anbiyā (para nabi), tidak lengkap sejarahnya.
Nabi 'Isa 'alayhissalām, kalau kita ingin mencari tentang bagaimana menjadi seorang ayah yang baik, antum tidak akan dapatkan dalam sejarah Nabi 'Isa menjadi seorang ayah.
Bahkan dalam kitab yang dianggap suci oleh mereka yaitu Kitab Injil, tidak akan antum dapatkan bagaimana sejarah Nabi 'Isa sebagai seorang ayah.
Kemudian kalau antum ingin mencontoh Nabi 'Isa sebagai seorang suami, maka tidak akan antum dapatkan dalam buku-buku yang dianggap suci oleh mereka.
Kita cukupkan disini saja, in syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
وبالله التوفيق والهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
____________________________
------------------------------------------
🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 15 Shafar 1438 H / 15 November 2016 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Sirah Nabawiyyah | Bab 01
🔊 Asal Usul Nenek Moyang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (Bagian 2)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0102
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*ASAL USUL NENEK MOYANG RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU 'ALAYHI WA SALLAM (BAGIAN 2)*
بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السم عليكم ورحمة الله وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ونتوب إليه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla
Alhamdulillāh, in syā Allāh hari ini kita akan membahas tentang sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berdasarkan Al Qurān dan hadits-hadits Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, karena sesungguhnya mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam merupakan bagian dari agama ini.
Sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah sejarah yang spesial yang tidak dimiliki tokoh-tokoh lain. Karena Beliau lengkap dari segala jenjang kehidupan. Kemudian masing-masing jenjang kehidupan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memberikan teladan yang sangat luar biasa, apakah Beliau sebagai ayah, seorang suami, teman, kepala negara, da'i, mufti, semuanya adalah contoh yang diberikan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Oleh karenanya pantas Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
_"Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar berada di atas akhlaq yang mulia/agung."_
(Al Qalam: 4)
Yang memuji Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bukanlah orang-orang, yang memuji Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah Rabbul 'ālamīn, Pencipta alam semesta ini. Dan pujian tersebut diabadikan dalam Al Qurān, yang dihafalkan oleh kaum Muslimin.
Perhatikan pada ayat di atas, betapa banyak tekanan yang Allāh tekankan;
⑴ وَإِنَّكَ: sesungguhnya engkau
⑵ لَعَلَى: sungguh
Oleh karenanya tidak ada seseorangpun yang pernah kehidupannya dijadikan sumpah oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla kecuali Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Dalam surat Al Hijr ayat 72 Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ
Tatkala Allāh Subhānahu wa Ta'āla menceritakan tentang kisah kaum Nabi Luth 'alayhissalām yang terjerumus dalam praktek homoseksual, kemudian dinashihati oleh Nabi Luth mereka tidak mau. Nabi Luth mengatakan:
هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ
_"Kalian ingin menikah, menikahlah dengan putri-putriku, janganlah dengan kalian mendatangi para lelaki, maka nikahilah putri-putriku."_
(QS Hūd: 78)
Tetapi mereka tidak mau. Lalu kata Allāh:
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُون
_"Demi kehidupan/umur mu wahai Muhammad."_
Kata para ulama "la'umruka" atau "la'amruka" sama maknanya, akan tetapi dalam sumpah mereka mengatakan dengan memfathahkan 'ain (la'amruka). Kalau kita bahasakan dengan bahasa kita, "Demi umurmu."
Kata Ibnu 'Abbas, "Demi kehidupanmu, wahai Muhammad, sesungguhnya mereka (kaum Nabi Lūth) benar-benar buta dalam kemaksiatan mereka."
Sehingga dinashihati oleh Nabi Lūth, ditawarkan anak-anak wanitanya, mereka tidak berminat.
Disini, kata para ulama, Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak bersumpah dengan kehidupannya Nabi Lūth, padahal ini kisah tentang Nabi Lūth dan kaumnya. t?
Tatkala menyampaikan ayat tersebut, tiba-tiba Allāh bersumpah dengan kehidupan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, padahal konteks ceritanya berkaitan dengan kaum Nabi Lūth 'alayhissalām.
Kenapa?
Karena Allāh tidak pernah bersumpah dengan umur seseorang kecuali Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Kenapa Allāh Subhānahu wa Ta'āla bersumpah dengan umur Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam?
Karena seluruh jenjang umur Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah kehidupan yang berkah, sebagaimana nanti kita jelaskan.
Karenanya ini menekankan bagi kita bahwasanya sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam spesial, tidak sama dengan sejarah-sejarah yang lainnya.
Oleh karenanya, Imām Ibnu Hazm rahimahullāh dalam kitabnya Al Fisal fī Al Milal wa Al Ahwa’ wa An Nihal, beliau menyebutkan bahwasanya:
"Barangsiapa yang membaca sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dari awal sampai akhir (bagaimana akhlaq dan sikap Beliau), maka dia akan masuk Islam."
Kalau seseorang benar-benar menghayati tentang Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Kata Ibnu Hazm dalam kata-kata yang indah:
فَلَوْ لَمْ تَكُنْ لَهُ مُعْجِزَةٌ غَيْرَ سِيْرَتِهِ (صلى الله عليه وسلم) لَكَفَى
_"Kalau seandainya mu'jizat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak ada kecuali hanya sirah nya saja, maka sudah cukup."_
Sirah Nabi itu mu'jizat tersendiri. Kita tahu Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam punya banyak mu'jizat; Isrā Mi'rāj, keluar air dari tangan, berkah Beliau meludahi orang yang sakit sehingga sembuh (sebagaimana tatkala 'Ali bin Abi Thālib matanya sakit kemudian diludahi oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan sembuh), mu'jizat Al Qurān.
Namun di antara sekian banyak mu'jizat tersebut, kata Ibnu Hazm rahimahullāh, sirah Nabi itu mu'jizat tersendiri. Barangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia akan mendapatkan kejaiban, bagiamana akhlaq Nabi yang luar biasa.
Kalau kita berbicara tentang tokoh-tokoh yang lain, tokoh ini mungkin unggul dalam suatu bidang tertentu, tetapi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam hebat dalam segala hal.
Jika kita bicara tentang kepememimpinan, Beliau sangat hebat. Berbicara tentang masalah keberanian maka Beliau sangat hebat, sampai 'Ali bin Abi Thālib berkata:
"Kalau sudah dalam ketakutan, maka kamipun berlindung di belakang Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam peperangan, karena Nabi tidak pernah mundur kalau sudah masuk dalam peperangan."
Demikian pula dalam perang Hunain, mereka para shāhabat tiba-tiba diserang lalu Nabi langsung maju ke depan. Kalau dalam keberanian, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam nomor satu.
Belum lagi bicara masalah akhlaq, kalau mau cari siapa ayah terbaik di muka bumi ini maka Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah ayah terbaik.
Kalau ingin tahu bagaimana suami terbaik maka lihatlah sejarah Nabi tentang Beliau sebagai seorang suami, menakjubkan. Masing-masing kondisi Nabi sebagai ayah, suami, kepala negara, mufti, teman maka menakjubkan, semuanya mu'jizat.
Saya sering sampaikan, sampai saya punya pengajian khusus judulnya "Mu'jizat Akhlaq Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam" dan setiap akhlaq Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah mu'jizat.
Tentang tawādhū', siapa yang bisa mengalahkan tawādhū-nya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam?
Kita cukupkan disini saja, in syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
وبالله التوفيق والهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
____________________________
🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 16 Shafar 1438 H / 16 November 2016 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Sirah Nabawiyyah | Bab 01
🔊 Asal Usul Nenek Moyang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (Bagian 3)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0103
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ASAL USUL NENEK MOYANG RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU 'ALAYHI WA SALLAM (BAGIAN 3)
بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ونتوب إليه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Para pendengar yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, alhamdulillāh, in syā Allāh kita akan membahas tentang sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berdasarkan Al-Qurān dan hadits-hadits Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, karena sesungguhnya mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam merupakan bagian dari agama ini.
Oleh karenanya, kita tidak sedang berbicara tentang sembarang tokoh, kita bicarakan tentang tokoh yang sangat luar biasa, spesial, yang sangat diagungkan dan dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Kata Nabi:
أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلا فَخْرَ
"Aku adalah pemimpin seluruh anak Ādam pada hari kiamat dan aku tidak sombong."
(HR Tirmidzi nomor 3615)
Inilah tokoh yang sangat mulia, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Oleh karenanya kata Ibnu Hazm tadi "Barangsiapa yang mempelajari sirah Nabi maka dia pasti akan memeluk Islam, kalau mempelajari dengan sebaik-baiknya maka dia pasti yakin ini Muhammad adalah Rasūlullāh (utusan Allāh Subhānahu wa Ta'āla)."
Saya sering sampaikan beberapa mu'jizat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, contoh satu yang saya ulang-ulang namun tidak mengapa, yaitu adab Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang menurut kita sepele yaitu tentang adab makan. Disebutkan oleh shāhabat:
إن اشتهاه أكله وإن كرهه تركه
"Kalau Beliau suka dengan satu makanan maka beliau makan, bila tidak suka maka beliau tinggalkan (tidak pernah komentar)."
Dan ini kelihatannya sepele, adab Nabi terhadap makanan. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam kalau ada makanan, kalau Beliau suka dimakan dan kalau tidak suka Beliau tinggalkan, tidak pernah komentar.
Kata Al-Imām Nawawi rahimahullāh Ta'āla: "Artinya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak pernah mencela makanan."
Dalam hadits:
مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم طَعَامًا قَطُّ كَانَ إِذَا اشْتَهَى شَيْئًا أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak pernah mencela makanan sedikitpun, kalau Beliau suka Beliau makan dan kalau Beliau tidak suka Beliau tinggalkan."
(HR Muslim nomor 3844 versi Syarh Muslim nomor 2064)
Tidak pernah Beliau mencela makanan sama sekali. Kata Imām Nawawi dalam Syarh Shahīh Muslim bahwasanya Nabi tidak pernah komentar makanan dengan mengatakan: "terlalu manis" atau "terlalu asin" atau "kurang enak" atau "terlalu panas" atau "terlalu dingin".
Dan siapa diantara kita yang bisa seperti ini, tidak pernah komentar terhadap makanan, kita paling hobby komentar terhadap makanan. Antum bisa tidak pernah komentar dalam sebulan ? Susah, pasti kita makan komentar.
Tetapi Nabi tidak pernah komentar, bahkan tatkala Beliau terjebak dalam kondisi harus berkomentar.
Sebagian dalam hadits tatkala Khālid Ibnu Walid radhiyallāhu 'anhu dihidangkan bersama Nabi dhabb (kadal padang pasir, hukumnya halal) yang dimasak kemudian ada kuahnya, dihidangkan kepada Nabi.
Tatkala dihidangkan, Khālid bin Walid makan dengan lahap, disebutkan sampai kuah dari daging kadal padang pasir itu mengalir di jenggot beliau.
Namun Nabi tidak menggerakkan tangannya sama sekali karena Nabi tidak suka sehingga Beliau tinggalkan. Maka tatkala itu Khalid bin Walid heran, sementara dia lahap memakan, dia bertanya: "Ya Rasūlullāh, saya lihat engkau tidak menyentuh dhabb, apakah hukumnya haram?"
Subhānallāh, di sini Khalid bertanya "Kenapa tidak makan" dan saatnyalah Nabi berkomentar. Maka Beliau menjawab dengan komentar yang indah dan tidak mencela makanan tersebut.
Beliau mengatakan:
وَ لكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِاَرْضِ قَوْمِي فَاَجِدُنِي اَعَافُهُ
"Kadal ini tidak ada dikampungku, tidak biasa saya makan maka saya tidak makan."
(HR Muslim nomor 3602 versi Syarh Muslim nomor 1945)
Beliau tidak mengatakan macam-macam. Makanya kalau antum dihidangkan seperti itu, antum bilang seperti itu. Artinya, antum perhatikan ini saja, ini mu'jizat.
Apakah ada orang tidak pernah mencela makanan? Antum dalam kehidupan antum, pernahkah tidak mencela dan tidak berkomentar tentang makanan? Mustahil.
Barangsiapa yang memperhatikan hadits ini, dia akan tahu bahwa Nabi itu utusan Allāh, ini hanya masalah kecil seperti ini, tidak pernah seumur hidup Beliau mencela makanan, mengatakan "Ini terlalu manis", "Ini terlalu asam", "Ini terlalu asin", "Ini terlalu kering", tidak ada. Luar biasa.
Ini menunjukkan orang yang memperhatikan satu point ini saja yang sepertinya sederhana yakin bahwasanya Beliau utusan Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Dan benar perkataan Ibnu Hazm rahimahullāh,
("Barangsiapa yang memperhatikan sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan dia adalah mu'jizat tersendiri maka pasti dia yakin Muhammad adalah utusan Allāh Subhānahu wa Ta'āla").
Kita cukupkan disini saja, in syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
وبالله التوفيق والهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
__________________________________
🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 17 Shafar 1438 H / 17 November 2016 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Sirah Nabawiyyah | Bab 01
🔊 Asal Usul Nenek Moyang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (Bagian 4)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0104
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ASAL USUL NENEK MOYANG RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU 'ALAYHI WA SALLAM (BAGIAN 4)
بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ونتوب إليه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Ikhwanī fillāh 'azzaniyallāh wa iyyakum,
Sebelum kita mempelajari tentang nasab Nabi, kelahiran Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, ada baiknya kita mengetahui tentang pentingnya mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, maka kita akan bersemangat untuk mempelajarinya.
Diantara perkara-perkara yang disebutkan oleh para ulama tentang pentingnya mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
(1) Bahwa Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyuruh kita untuk meneladani Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Allāh mengatakan:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
_"Sungguh pada diri Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada contoh yang baik."_
(QS Al Ahzāb: 21)
Bagaimana kita bisa mencontoh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam jika tidak mengetahui sirah Nabi?
Kita harus pelajari sosok Nabi, bagaimana sirah, sikap-sikap Beliau sehingga kita bisa mencontoh Beliau.
Kemudian, diantara ibadah yang sangat mulia adalah mencintai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Dalam suatu hadits tatkala ada seorang Arab Badui datang menemui Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, kemudian Arab Badui ini berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ
_"Wahai Rasūlullāh, kapan hari kiamat?"_
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam juga tidak tahu kapan hari kiamat, yang tahu hanyalah Allāh Subhānahu wa Ta'āla, bahkan malaikat Jibrīl pun tidak tahu.
Tatkala malaikat Jibrīl bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ
_"Wahai Muhammad kabarkanlah kepadaku tentang hari kiamat?"_
_Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:_
_"Yang ditanya tidak lebih tau daripada yang bertanya."_
(40 Hadits An Nawai, nomor 2)
وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا
_"Akan tetapi hari kiamat pasti terjadi."_
(QS Al Hajj: 7)
Kapannya tidak ada yang mengetahui.
Pertanyaan Arab Badui ini aneh, maka tatkala Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ditanya tentang hari kiamat, maka Beliau tidak menjawab. Bahkan disebutkan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam shalat 2 raka'at setelah shalat lalu berkata, "Mana tadi yang bertanya?"
Maka orang Arab Badui tadi datang kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam balik bertanya tentang pertanyaan yang bermanfaat, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
مَا أَعْدَدْتَ لَهَا
_"Apa yang engkau siapkan untuk bertemu dengan hari kiamat?"_
Maka dia mengatakan:
ما أَعْدَدْتُ لَهَا كَبِيرَ صِيَامٍ وَلاَ صَلاَةٍ وَلاَ صَدَقَةٍ
_"Saya tidak menyiapkan diriku untuk bertemu dengan hari kiamat dengan banyaknya shalat, dengan banyaknya puasa, dengan banyaknya sedekah."_
Artinya dia shalat, puasa dan sedekah namun tidak banyak yang dia lakukan, namun ada 1 amalan yang dia andalkan, dia mengatakan:
وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
_"Tetapi saya cinta kepada Allāh dan Rasul-Nya."_
Maka kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
_"Engkau akan dikumpulkan pada hari kiamat dengan orang yang engkau cintai."_
Maka kata Anas bin Mālik radhiyallāhu Ta'āla 'anhu (yang meriwayatkan hadits ini):
فَمَا رَأَيْتُ فَرِحَ الْمُسْلِمُونَ بَعْدَ الإِسْلاَمِ فَرَحَهُمْ بِهَذَا
_"Kaum muslimin tidak pernah gembira sebagaimana gembira mereka tatkala mendengar sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, 'Seseorang akan dikumpulkan pada hari kiamat dengan orang yang dicintainya'."_
Kata Anas bin Mālik:
فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
_"Maka ketahuilah aku cinta kepada Nabi, aku cinta kepada Abū Bakr, aku cinta kepada 'Umar dan aku berharap untuk dikumpulkan bersama mereka dengan kecintaanku kepada mereka meskipun aku tidak beramal dengan amalan mereka."_
Siapa yang bisa menyamai amalannya Abū Bakr?
Siapa yang bisa menyamai amalannya 'Umar?
Susah menyamai amalan mereka.
(HR Bukhari nomor 5705, 6620 versi Fathul Bari nomor 6171, 7153 dan Tirmidzi 2307 versi Maktabatu al Ma'arif nomor 2385, dengan lafad yang berbeda)
Ini dalil bahwasanya mencintai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah ibadah yang mulia. Bahkan Nabi mengancam orang yang tidak mendahulukan kecintaan kepada Nabi dengaan iman yang tidak sempurna.
Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
_"Tidaklah sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sampai aku yang dia lebih cintai daripada orangtuanya, anak-anaknya dan daripada seluruh manusia."_
(HR Bukhari nomor 14 versi Fathul Bari nomor 15)
Kenapa bisa demikian?
Kenapa Nabi harus yang paling kita cintai?
Karena seorang mencintai orang lain biasanya karena jasanya.
Kenapa kita mencintai ayah dan ibu kita?
Karena kita tahu jasa mereka waktu kita kecil seperti apa, dengan sebab adanya kedua orangtua kita ada di atas muka bumi ini.
Kalau mereka tidak merawat mereka, kita sudah meninggal, siapa yang merawat kita waktu kecil, menyusui, rela untuk tidak tidur agar kita bisa tidur, yang tidak bisa tidur semalam suntuk tatkala kita sakit?
Dan kita bisa rasakan tatkala kita sebagai ayah, begitu sayangnya kita kepada anak kita. Kita belikan apa saja yang penting anak senang. Kalau anak sakit, kita gelisah, terkadang tidak bisa berpikir dengan waras, kenapa anak kita sakit.
Demikianlah ayah dan ibu kita dahulu saat kita sakit. Maka kecintaan kita kepada orang tua kita luar biasa karena jasa ayah ibu kita terhadap kita.
Lalu kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
تَهَادُوا تَحَابُّوا
_"Salinglah memberi hadiah maka kalian akan saling mencintai."_
(HR Bukhari)
Sifat manusia wajar, kalau ada yang memberi hadiah kepada dia maka dia cinta kepada orang yang memberi hadiah tersebut. Kita suka orang yang baik kepada kita, murah senyum, tidak pelit, kenapa?
Kecintaan kembali kepada jasa.
Kalau kita tinjau dari hal ini, maka Nabi adalah orang yang paling utama yang kita cintai karena jasa Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam luar biasa. Diantara jasa Nabi adalah di dunia dan di akhirat.
Di dunia kita tidak akan merasakan kebahagiaan kecuali dengan Islam. Betapa bahagia orang yang shalat, yang sujud kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Semua ajaran Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, Beliaulah yang telah berjuang, Beliau dihina, dicaci maki demi kita, agar kita bisa merasakan Islam.
Dituduh dengan berbagai macam tuduhan, diusir dari kampungnya yang sangat dicintai (Mekkah), dihinakan, dikatakan penyihir, pendusta, orang gila, yang mungkin kita tidak pernah dikatakan demikian.
Beliau berdarah, terluka, berkorban demi tersebarnya Islam, dimusuhi orang-orang terdekatnya (Abū Lahab, paman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam).
Ini jasa yang luar biasa. Kita merasakan kebahagiaan dunia, belum lagi kebahagiaan di akhirat.
Dengan mengikuti sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, mengikuti Islam yang diajarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam maka kita akan masuk surga yang berisi kenikmatan puncak dari segala kenikmatan yaitu kenikmatan yang abadi.
Seorang yang merenungkan tentang jasa ini maka wajib dan mau tidak mau Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah orang yang paling dia cintai dari pada ayahnya, ibunya, anak-anaknya dan dari pada seluruh umat manusia.
Oleh karenanya saya katakan cinta kepada Nabi merupakan ibadah yang luar biasa, selain diwajibkan dia juga mendatangkan pahala yang luar biasa.
Dan bagaimana kita bisa mencintai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam kalau kita tidak tahu tentang sirah Nabi?
Ini susah dan mustahil seorang cinta kepada Nabi dengan cinta yang bukan hanya perasaan tapi cinta yang dibangun di atas ilmu.
Kita tidak ingin hanya sekedar cinta perasaan.
Ada orang yang cinta kepada Nabi dengan cinta perasaan akhirnya berlebih-lebihan kepada Nabi, memuji Nabi melebihi kadar yang seharusnya.
Nabi inginkan cinta kita sesuai dengan yang diinginkan Allāh Subhānahu wa Ta'āla, mengikuti sunnah-sunnah dan ajaran Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, itu cinta yang benar.
Dan tidak mungkin kita bisa mencintai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan cinta yang benar dan diinginkan Allāh Subhānahu wa Ta'āla kecuali kita mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Kita cukupkan disini saja, in syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
وبالله التوفيق والهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
__________________________________
🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at, 18 Shafar 1438 H / 18 November 2016 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Sirah Nabawiyyah | Bab 01
🔊 Asal Usul Nenek Moyang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (Bagian 5 dari 8)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0105
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ASAL USUL NENEK MOYANG RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU 'ALAYHI WA SALLAM (BAGIAN 5 DARI 8)
بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ونتوب إليه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Ikhwanī fillāh 'azzaniyallāh wa iyyakum,
Sebelum kita mempelajari tentang nasab Nabi, kelahiran Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, ada baiknya kita mengetahui tentang pentingnya mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam maka kita akan bersemangat dalam mempelajarinya.
Diantara perkara-perkara yang disebutkan oleh para ulama tentang pentingnya mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
(2) Sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam merupakan bagian dari agama.
Tidak mungkin seseorang bisa mempelajari Al Qurān dengan sempurna kecuali dengan mempelajari sirah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, karena banyak dari tafsir-tafsir Al Qurān yang ditafsirkan melalui perjalanan hidup Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Bagaimana kita mengerti Al Qurān tanpa mengetahui perjalanan hidup Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam?
Oleh karenanya seorang ulama pernah berkata:
"Fiqh tentang Al Qurān Al Karīm itu tidak bisa difahami kecuali dengan memahami sunnah Nabi dan kehidupan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Dan tidak mungkin kita bisa mempelajari tentang fiqh kehidupan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam kecuali dengan mempelajari Al Qurān."
Jadi, Al Qurān dan sirah Nabi tidak bisa dipisahkan.
Dan begitu banyak ayat-ayat dalam Al Qurān berkaitan dengan sirah Nabi. Begitu banyak peperangan yang diabadikan dalam Al Qurān:
# Kisah perang Badr Allāh abadikan dalam surat Al Anfāl,
# Kisah perang Uhud Allāh abadikan dalam surat Ali 'Imrān,
# Surat Al Ahzāb juga menceritakan suatu ahzab,
# Banyak kehidupan Nabi (yang berhubungan dengan istrinya, shāhabatnya),
Tidak mungkin seorang bisa mempelajari/memahami Al Qurān kecuali dengan mempelajari sirah Nabi, sebagaimana seorang tidak mungkin mempelajari sirah Nabi kecuali dengan memahami Al Qurān.
Oleh karenanya yang akan kita sampaikan dalam sirah Nabi nanti banyak menukilkan ayat-ayat Al Qurān, selain dari hadits-hadits Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Oleh karenanya sirah Nabi merupakan bagian dari agama.
Jangan disangka kita belajar sirah Nabi hanya sekedar hiburan, jangan.
Kita pelajari, konsentrasi pada faidah-faidah yang diambil dari sirah Nabi, karena kita ingin mengambil faidah apa dari perjalanan Nabi dalam suatu tahapan untuk kita hayati dan terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena ini adalah fiqh dari Al Qurān.
Bukankah 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā pernah berkata:
كان خلقه القرآن
_"Akhlaq Nabi itulah Al Qurān."_
Artinya, Al Qurān, praktek nyatanya adalah dengan sirah Nabi.
Terkadang kalau kita belajar hadits Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, kita kurang faham. Tetapi kalau dibawakan dalam bentuk sejarah, kita tahu kenapa sebabnya sabda Nabi ini, bagaimana ceritanya maka kita semakin faham tentang alur ceritanya sehingga semakin faham maksud dari hadits tersebut. Dan inilah praktek dari ayat-ayat Al Qurān.
Kemudian, diantara keutamaan mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yaitu:
(3) Barangsiapa mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, dia akan bisa mempelajari bagaimana cara Nabi berdakwah.
Dan ini sangat penting bagaimana Nabi berdakwah dengan aqidah, bagaimana asal muasal turunnya hukum shalat, hukum puasa.
Dengan mempelajari sirah akan semakin jelas dan terang gambaran tentang hukum-hukum fiqh tersebut.
Bagaimana Nabi menghadapi orang-orang kafir, ini semua perlu pembahasan tentang sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Dan yang paling penting dari ini semua bahwasanya mempelajari sejarah seseorang akan memberi pengaruh terhadap perilaku seseorang.
Kita lihat sekarang betapa banyak para pemuda yang terpukau dengan tokoh-tokoh barat, bahkan tokoh kafir. Betapa banyak di antara mereka yang mempelajari tentang sejarah kehidupan orang kafir, pelaku maksiat.
Kalau kita tanya sebagian orang tentang artis, pemain atau penyanyi ini, maka luar biasa mereka tahu. Buat apa tahu tentang cerita orang ini?
Ini akan memberi pengaruh terhadap kehidupan dia dan akhirnya bisa menumbuhkan rasa cinta kepada mereka. Mereka menempelkan poster tokoh yang mereka cintai di ruang tidurnya. Dengan demikian dia mengikuti gaya tokoh ini.
Sementara dia tidak tahu
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Bagaimana sejarah Beliau, hadits-hadits Nabi tidak dihafalkan tetapi malah menghafalkan lagu dan syair cinta/maksiat.
Lalu bagaimana dia bisa meresapi Islam dalam kehidupannya?
Bagaimana dia bisa bergerak dengan gerakan Islam sementara dia tidak kenal dengan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam?
Belum lagi berbicara Abū Bakr, 'Umar dan lainnya, dia tidak mengerti.
Oleh karena itu, diantara perkara yang penting untuk membina anak-anak dari kecil adalah mengakarkan sirah Nabi, ini penting.
Ajarkan kepada anak-anak, siapa Nabi, sikap-sikap Nabi, baik akhlaqnya, perangai, kejujuran Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Anak suka dengan cerita. Jangan ceritakan dengan hal yang aneh atau tidak masuk akal.
Dan sirah Nabi adalah sirah yang sangat indah, bukan sekedar cerita hiburan tanpa faidah, bukan. Cerita Nabi seluruhnya penuh dengan faidah.
Oleh karena itu, sisihkan waktu. Anda bisa mengajarkan sendiri kepada anak-anak. Sebelum tidur bercerita, antum (orangtua) yang menceritakan, tidak perlu menunggu ustadz.
Belilah buku tentang sirah Nabi, ajarkan anak-anak sebelum tidur. Ini memberi pengaruh kepada kehidupan anak-anak. Jangan kita cekoki dengan film yang akhirnya tidak tahu tentang sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Oleh karenanya, maka mempelajari sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam sangat penting sebagaimana tadi kita telah jelaskan keutamaan-keutamaan mempelajari sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Kita cukupkan disini saja, in syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
وبالله التوفيق والهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
__________________________________
Komentar
Posting Komentar